Rabu, 07 Mei 2025

Ringkasan Materi Internet of Things Part 2


 INTERNET OF THINGS

Dalam berkembangnya IoT, kita perlu komponen dasar yang mempengaruhi perkembangan tersebut antara lain : Things, Gateways, Cloud Gateway, Streaming data Processor, Data Lake, Big Data Warehouse, Data analytics, Machine learning and the models ML generates,  User applications berikut adalah penjelasannya :

Things adalah merupakan objek yang dilengkapi dengan sensor yang mengumpulkan data yang akan ditransfer melalui jaringan dan aktuator yang memungkinkan sesuatu untuk bertindak (misalnya, untuk menghidupkan atau mematikan lampu, membuka atau menutup pintu, menambah atau mengurangi kecepatan putaran mesin dan banyak lagi). Konsep ini termasuk lemari es, lampu jalan, bangunan, kendaraan, mesin produksi, peralatan rehabilitasi, dan segala sesuatu yang dapat dibayangkan. Sensor dalam semua kasus tidak melekat secara fisik pada benda-benda: sensor mungkin perlu memantau, misalnya, apa yang terjadi di lingkungan terdekat dengan suatu benda.

Gateways  adalah sarana yang  menyediakan konektivitas antara hal-hal dan bagian cloud dari solusi IoT, memungkinkan preprocessing dan pemfilteran data sebelum memindahkannya ke cloud (untuk mengurangi volume data untuk pemrosesan dan penyimpanan terperinci) dan mentransmisikan perintah kontrol dari cloud ke berbagai hal. Hal-hal kemudian menjalankan perintah menggunakan aktuatornya.

Cloud gateway memfasilitasi kompresi data dan transmisi data yang aman antara gateway bidang dan server cloud IoT. Ini juga memastikan kompatibilitas dengan berbagai protokol dan berkomunikasi dengan gateway lapangan menggunakan protokol yang berbeda tergantung pada protokol apa yang didukung oleh gateway.

Streaming data processor  berfungsi untuk memastikan transisi input data yang efektif ke danau data dan aplikasi kontrol. Tidak ada data yang sesekali dapat hilang atau rusak.

Data lake merupakan sebuah wadah yang digunakan untuk menyimpan data yang dihasilkan oleh perangkat yang terhubung dalam format alami. Data besar datang dalam “kumpulan” atau “aliran”. Ketika data diperlukan untuk wawasan yang bermakna, data itu diekstraksi dari danau data dan dimuat ke gudang data besar.

Big data warehouse merupakan data yang difilter dan diproses yang diperlukan untuk wawasan yang berarti diekstraksi dari danau data ke gudang data besar. Gudang data besar hanya berisi data yang dibersihkan, terstruktur, dan cocok (dibandingkan dengan danau data yang berisi semua jenis data yang dihasilkan oleh sensor). Juga, gudang data menyimpan informasi konteks tentang hal-hal dan sensor (misalnya, di mana sensor dipasang) dan aplikasi kontrol perintah mengirim ke hal-hal.

Data analytics. dapat menggunakan data dari gudang data besar untuk menemukan tren dan mendapatkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti. Ketika dianalisis (dan dalam banyak kasus – divisualisasikan dalam skema, diagram, infografis) data besar menunjukkan, misalnya, kinerja perangkat, membantu mengidentifikasi inefisiensi dan mencari cara untuk meningkatkan sistem IoT (membuatnya lebih dapat diandalkan, lebih banyak pelanggan- berorientasi). Selain itu, korelasi dan pola yang ditemukan secara manual dapat berkontribusi lebih lanjut untuk membuat algoritma untuk aplikasi kontrol.

Machine learning and the models ML generates dengan pembelajaran mesin, ada peluang untuk membuat model yang lebih tepat dan lebih efisien untuk aplikasi kontrol. Model diperbarui secara berkala (misalnya, seminggu sekali atau sebulan sekali) berdasarkan data historis yang terakumulasi di gudang data besar. Ketika penerapan dan efisiensi model baru diuji dan disetujui oleh analis data, model baru digunakan oleh aplikasi kontrol.

User applications adalah komponen perangkat lunak dari sistem IoT yang memungkinkan koneksi pengguna ke sistem IoT dan memberikan opsi untuk memantau dan mengontrol hal-hal cerdas mereka (sementara mereka terhubung ke jaringan hal-hal serupa, misalnya, rumah atau mobil dan dikendalikan oleh sistem pusat). Dengan aplikasi seluler atau web, pengguna dapat memantau keadaan barang-barang mereka, mengirim perintah untuk mengontrol aplikasi, mengatur opsi perilaku otomatis (pemberitahuan dan tindakan otomatis ketika data tertentu berasal dari sensor).

- Bisnis dalam IoT

Manfaat penerapan IoT dalam bisnis diantaranya adalah bisa meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, menciptakan peluang bisnis baru, mengurangi downtime, memaksimalkan pemanfaatan aset, dan meningkatkan inovasi produk (Sumatosoft.com, 2023). Dalam buku laporan McKinsey & Company yang berjudul “The Internet of Things: Catching Up to an Accelereating Opportunity” yang ditulis oleh Mark Patel, Michael Chui, dan Mark Collins pada November 2021, pada tahun 2030, diperkirakan IoT dapat menghasilkan nilai ekonomi sebesar $5,5 triliun hingga $12,6 triliun secara global, terutama dalam aplikasi B2B (Business to Business). Meskipun ada kesempatan besar untuk penerapan IoT di bisnis, masih ada beberapa tantangan yang harus diatasi.

Contoh Penerapan IoT dalam Bisnis

Berikut ini adalah contoh-contoh penerapan IoT (Internet of Things) untuk memberdayakan manufaktur. Penerapan IoT menyebabkan revolusi industri lainnya. Alasannya sederhana: perangkat kecil yang terhubung ke internet meningkatkan produktivitas, meminimalkan pengeluaran tak terduga, dan mempengaruhi keamanan kerja:

a. Remote Process Monitoring (Monitoring Proses Jarak Jauh)

Pada proses manufaktur, sebagian besar proses berjalan otomatis dan bergantung pada perangkat lunak khusus agar terhindar dari kesalahan manusia. Pekerjaan yang bersifat rutin dapat dipercayakan kepada mesin yang dapat bekerja sepanjang waktu. Hal ini menawarkan produktivitas kerja yang lebih tinggi dengan biaya yang lebih rendah. Hal ini semua dapat dihubungkan dalam jaringan sehingga pemantauan proses manufaktur dapat dilakukan dari jarak jauh.

b. Inventory Management System (Sistem Manajemen Inventori)

Dalam pengelolaan suplai untuk manufaktur dapat ditambahkan barcode atau RFID pada setiap material bahan baku. Dengan penambahan ID ini, dapat dilakukan pengelolaan inventory yang jauh lebih baik, baik dalam penempatan, monitoring ketersediaan, pelacakan pemakaian material dan menentukan kapan harus melakukan re-inventory.

Manajemen jarak jauh, otomatisasi proses, dan optimalisasi memberikan hasil yang signifikan. Efisiensi pabrik-pabrik ini semakin meningkat dengan penerapan sistem manajemen inventaris.

c. Pemeliharaan peralatan secara prediktif

Pabrik menginvestasikan jumlah uang yang mengesankan dalam perbaikan dan pemeliharaan peralatan. Selain itu, setiap jeda menghentikan produksi (downtime) merupakan kerugian uang yang signifikan. Namun, sensor yang terhubung pada peralatan dapat terus mengukur performa peralatan untuk mendeteksi setiap perubahan sebelum terjadi kerusakan. Jika cacat pada alat terdeteksi, sistem dapat menjadwalkan perawatan secara otomatis untuk memperbaikinya sebelum menjadi masalah. Dengan demikian pemeliharaan yang sifatnya prediktif dapat dilakukan.

d. Sistem keamanan cerdas

Sistem keamanan modern melakukan lebih dari sekadar memungkinkan pengamatan situasi dari kantor yang berbeda atau di gudang. Menggunakan kecerdasan buatan, kamera pintar dapat mengenali wajah dan memberi tahu jika ada orang asing yang memasuki ruangan dengan akses terbatas. Sensor dengan pengenalan kebisingan atau gerakan membantu mencegah perampokan dan meningkatkan keamanan fasilitas manufaktur secara keseluruhan.

e. Logistic Management (Manajemen Logistik)

Menghubungkan produsen dengan pengecer, sistem logistik dengan IoT memberikan banyak kemungkinan untuk meningkatkan keamanan dan keandalan. IoT dalam bisnis sudah memungkinkan hal ini.

Misalnya: Pelacakan pengiriman, sistem ini dapat melacak pesanan sudah sampai di mana pengirimannya. Sensor kecil dipasang agar dapat mengirim sinyal tentang lokasi barang yang sebenarnya dan memperkirakan waktu kedatangan. Mereka juga dapat melaporkan kondisi pengiriman (suhu, kelembaban, tingkat getaran, dan lain-lain) yang sangat bermanfaat saat menangani barang yang mudah rusak;

Contoh lainnya: Kontrol jarak tempuh dan biaya bahan bakar, sensor juga dapat mengontrol jarak tempuh kendaraan yang menentukan apakah pengemudi mematuhi rute yang telah ditentukan. Fitur ini, bersama dengan kontrol biaya bahan bakar, dapat membantu mengungkap pengemudi yang tidak dapat diandalkan yang menggunakan kendaraan untuk tujuan mereka sendiri.

Persiapan yang harus dilakukan untuk dapat menerapkan IoT dalam bisnis:

  1. Menetapkan tujuan bisnis
  2. Menentukan kebutuhan IoT dalam bisnis
  3. Membangun infrastruktur jaringan
  4. Memilih perangkat IoT yang tepat
  5. Memililh platform IoT
  6. Mengembangkan strategi keamanan sistem
  7. Mengembangkan kemampuan analisis data
  8. Melakukan pelatihan karyawan
- Model Referensi IoT

        Model referensi IoT adalah kerangka kerja atau standar yang digunakan untuk memahami, merancang, dan mengimplementasikan sistem IoT. Model ini memberikan gambaran umum tentang komponen utama dalam sistem IoT dan bagaimana komponen-komponen tersebut saling berinteraksi. Model ini membantu dalam standarisasi, interoperabilitas, dan pengembangan solusi IoT yang lebih efisien dan terintegrasi. 

Berikut adalah beberapa elemen kunci dalam model referensi IoT:

1. Lapisan Perangkat (Device Layer):

Ini adalah lapisan paling dasar yang terdiri dari perangkat IoT fisik seperti sensor, aktuator, dan perangkat yang dapat terhubung ke internet. Perangkat-perangkat ini bertanggung jawab untuk mengumpulkan data dari lingkungan, mengirimkannya ke lapisan berikutnya, dan menerima perintah untuk melakukan tindakan tertentu. 

2. Lapisan Jaringan (Network Layer):

Lapisan ini bertanggung jawab untuk menyediakan komunikasi antara perangkat IoT dan lapisan berikutnya (aplikasi atau cloud). Ini melibatkan berbagai teknologi jaringan seperti Wi-Fi, Bluetooth, dan jaringan seluler. 

3. Lapisan Aplikasi (Application Layer):

Lapisan ini terdiri dari aplikasi yang mengolah dan menganalisis data yang dikirimkan oleh perangkat IoT. Aplikasi ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pemantauan, pengontrolan, dan pembuatan laporan. 

4. Lapisan Cloud (Cloud Layer):

Lapisan ini berfungsi sebagai pusat penyimpanan dan pemrosesan data yang dikirimkan dari perangkat IoT. Cloud juga menyediakan platform untuk berbagai layanan IoT, seperti penyimpanan data, analisis, dan pemodelan. 

Contoh Model Referensi IoT

Beberapa model referensi IoT yang umum digunakan antara lain:

  • Model Referensi IoT-A:

Model ini didasarkan pada proyek penelitian IoT-A yang didanai oleh Komisi Eropa dan merupakan salah satu model referensi IoT yang paling lengkap. 

  • Model Referensi WSO2:

Model ini dikembangkan oleh vendor integrasi sumber terbuka WSO2 dan mencakup lima lapisan horizontal dan dua lapisan lintas sektor. 

  • Model Referensi Industri (Industrial IoT Reference Architecture):

Model ini dirancang untuk industri, dengan fokus pada pemantauan, pengelolaan, dan interaksi perangkat IoT. 

Manfaat Model Referensi IoT:

Model referensi IoT memberikan beberapa manfaat penting, antara lain:

  • Standarisasi:

Model referensi membantu dalam menetapkan standar umum untuk arsitektur IoT, yang mempermudah interoperabilitas antar sistem IoT. 

  • Interoperabilitas:

Dengan standar yang sama, perangkat dan sistem IoT dari berbagai vendor dapat bekerja bersama dengan lebih mudah. 

  • Efisiensi:

Model referensi membantu dalam merancang sistem IoT yang lebih efisien dan efektif. 

  • Penyederhanaan:

Model referensi membantu dalam menyederhanakan pengembangan dan implementasi solusi IoT. 


 - Model Domain IoT

         Model domain IoT adalah landasan untuk memahami bagaimana perangkat dan sistem dalam IoT saling berinteraksi. Model ini mendefinisikan entitas utama, hubungan antar entitas, dan bagaimana sistem IoT bekerja secara keseluruhan. Intinya, model domain membantu dalam merancang dan mengimplementasikan sistem IoT yang efisien dan terintegrasi. 

Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang model domain IoT:

1. Entitas Utama:

  • Perangkat:

Perangkat fisik yang dilengkapi dengan sensor, aktuator, dan kemampuan komunikasi untuk terhubung ke jaringan. 

  • Entitas Virtual:

Representasi digital dari perangkat atau objek fisik di dunia nyata, yang menyimpan data dan informasi tentang perangkat tersebut. 

  • Layanan:

Fungsi yang disediakan oleh sistem IoT untuk memproses data, mengontrol perangkat, dan menyediakan informasi kepada pengguna. 

  • Sumber Daya:

Komponen yang digunakan oleh perangkat dan layanan untuk beroperasi, seperti data, proses, dan jaringan. 

2. Hubungan Antar Entitas:

  • Entitas Virtual dan Perangkat Fisik:

Entitas virtual berfungsi sebagai perantara antara dunia fisik dan dunia digital, menerima data dari perangkat dan memberikan perintah ke perangkat.

  • Perangkat dan Layanan:

Perangkat mengirimkan data ke layanan dan menerima perintah dari layanan untuk melakukan aksi.

  • Layanan dan Sumber Daya:

Layanan menggunakan sumber daya seperti data, proses, dan jaringan untuk melakukan fungsinya. 

3. Cara Kerja Sistem IoT:

  1. Penginderaan: Perangkat fisik mengumpulkan data dari lingkungan sekitarnya menggunakan sensor.
  1. Komunikasi: Data dikirimkan ke entitas virtual melalui jaringan.
  1. Pemrosesan: Entitas virtual memproses data, mengolahnya, dan mungkin memberikan perintah ke perangkat.
  1. Aksi: Perangkat fisik melakukan aksi berdasarkan perintah yang diterima.
  1. Informasi: Entitas virtual juga dapat memberikan informasi kepada pengguna atau sistem lain. 

4. Manfaat Model Domain:

  • Desain yang Terstruktur:

Model domain membantu dalam merancang sistem IoT yang terstruktur dan terorganisir, sehingga lebih mudah dipahami dan dikelola. 

  • Interoperabilitas:

Model domain memastikan bahwa berbagai perangkat dan sistem IoT dapat saling berinteraksi dengan baik. 

  • Skalabilitas:

Model domain memungkinkan sistem IoT untuk tumbuh dan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan. 

  • Keamanan:

Model domain dapat membantu dalam mengidentifikasi dan memitigasi risiko keamanan dalam sistem IoT. 

Contoh:

Bayangkan sebuah sistem smart home yang memantau suhu ruangan. Sensor suhu di kamar adalah perangkat fisik, sementara data suhu yang dikirimkan ke sistem adalah entitas virtual. Layanan sistem smart home akan menerima data suhu dan dapat mengontrol AC secara otomatis berdasarkan suhu yang terdeteksi, contohnya dengan mengaktifkan AC ketika suhu melebihi batas tertentu. 

Model domain IoT adalah konsep penting untuk memahami dan merancang sistem IoT yang efektif. Dengan memahami entitas utama, hubungan antar entitas, dan cara kerja sistem, para insinyur dan pengembang dapat membuat sistem IoT yang terintegrasi, efisien, dan aman. 


 - Model Informasi IoT


- Model Fungsional IoT

            Model fungsional IoT adalah representasi yang menjelaskan bagaimana berbagai komponen dan fungsi dalam ekosistem IoT berinteraksi dan bekerja bersama. Model ini fokus pada fungsi-fungsi utama seperti penginderaan, aktuasi, komunikasi, dan pemrosesan data. 

Model fungsional IoT biasanya menggunakan pendekatan berlapis, dengan lapisan-lapisan yang berbeda yang mewakili fungsionalitas yang berbeda:

  • Lapisan Sensor: Mengumpulkan data dari lingkungan fisik melalui perangkat sensor dan aktuator. 
  • Lapisan Jaringan: Memfasilitasi komunikasi antara perangkat IoT dan jaringan. 
  • Lapisan Manajemen Data: Memproses dan mengelola data yang dikumpulkan dari lapisan sensor dan jaringan. 
  • Lapisan Aplikasi: Menyediakan aplikasi dan layanan yang memanfaatkan data yang diproses. 

Model fungsional IoT membantu memahami bagaimana berbagai fungsi dalam ekosistem IoT saling terkait dan bagaimana data mengalir melalui sistem. Model ini juga dapat digunakan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem IoT yang baru. 

Selain itu, model fungsional IoT juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah dalam ekosistem IoT, seperti masalah keamanan atau kinerja. Misalnya, model ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi celah keamanan dalam sistem dan mengimplementasikan mekanisme keamanan yang sesuai. 


- Model Komunikasi IoT

            Model komunikasi IoT adalah serangkaian aturan dan protokol yang memungkinkan perangkat IoT untuk saling berkomunikasi, bertukar data, dan berinteraksi dengan sistem pusat. Model ini memastikan data terkirim dengan aman dan efisien, mendukung pemantauan, kontrol, dan otomatisasi real-time. Model komunikasi ini sangat penting karena memungkinkan perangkat IoT untuk bekerja secara terpadu dan memberikan nilai tambah dalam berbagai aplikasi, mulai dari smart home hingga industri. 

Elemen-elemen Penting dalam Model Komunikasi IoT:

  • Perangkat IoT:

Perangkat yang dilengkapi dengan sensor, aktuator, dan kemampuan untuk terhubung ke jaringan. 

  • Protokol Komunikasi:

Aturan dan konvensi yang digunakan perangkat IoT untuk bertukar data. Contoh protokol populer: MQTT, CoAP, dan LWM2M. 

  • Gateway IoT:

Perangkat yang berfungsi sebagai jembatan antara perangkat IoT dan jaringan utama, seringkali awan. 

  • Jaringan IoT:

Jaringan nirkabel atau kabel yang memungkinkan perangkat IoT saling berkomunikasi. 

  • Sistem Pusat/Awan:

Sistem yang memproses data yang dikirim oleh perangkat IoT, memungkinkan pemantauan, kontrol, dan pengambilan keputusan. 

Jenis Model Komunikasi IoT:

  • Model Klien-Server:

Perangkat IoT berperan sebagai klien dan mengirimkan data ke server untuk diproses. 

  • Model Peer-to-Peer:

Perangkat IoT berkomunikasi langsung satu sama lain tanpa melalui server pusat. 

  • Model Pub/Sub:

Perangkat IoT dapat menerbitkan (publish) pesan atau data ke topik tertentu, dan perangkat lain dapat berlangganan (subscribe) untuk menerima pesan tersebut. 

  • Model Data Sharing:

Data dari perangkat IoT dapat dibagikan dan dianalisis dengan data dari sumber lain, seperti database atau layanan awan. 

Manfaat Model Komunikasi IoT:

  • Efisiensi: Memungkinkan perangkat IoT bekerja secara otomatis tanpa intervensi manusia. 
  • Efektivitas: Memungkinkan pengumpulan dan analisis data secara real-time. 
  • Konektivitas: Memungkinkan perangkat IoT saling terhubung dan berinteraksi. 
  • Otomatisasi: Memungkinkan sistem untuk berjalan secara otomatis berdasarkan data yang dikumpulkan. 
  • Peningkatan Pengalaman Pengguna: Memungkinkan interaksi yang lebih intuitif dan cerdas antara pengguna dan perangkat. 

Contoh Penerapan Model Komunikasi IoT:

  • Smart Home:

Perangkat IoT seperti sensor dan aktuator untuk mengontrol suhu, pencahayaan, dan perangkat rumah tangga lainnya. 

  • Industri:

Perangkat IoT untuk pemantauan mesin, manajemen rantai pasok, dan otomatisasi proses. 

  • Transportasi:

Perangkat IoT untuk pemantauan lalu lintas, sistem parkir pintar, dan kendaraan otonom. 

  • Kesehatan:

Perangkat IoT untuk pemantauan pasien, terapi jarak jauh, dan perangkat medis pintar. 


- Model Keamanan IoT



- Blok IoT

 



Blok arsitektur ETSI (European Telecommunications Standards Institute )

    Blok arsitektur ETSI (European Telecommunications Standards Institute) merujuk pada kerangka kerja standar yang digunakan oleh ETSI untuk pengembangan dan promosi standar TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). ETSI menyediakan platform bagi para pihak yang berkepentingan untuk berkolaborasi dalam pengembangan standar TIK, yang ditujukan untuk penggunaan global. 

Berikut adalah beberapa poin penting mengenai blok arsitektur ETSI:

Misi ETSI:

    ETSI bertujuan untuk menyediakan platform bagi para pihak yang berkepentingan untuk berkolaborasi dalam pengembangan dan promosi standar TIK yang digunakan secara global. 

Lingkup Standardisasi:

    ETSI mengembangkan standar untuk berbagai aspek TIK, termasuk perangkat, jaringan, dan cloud. 

Standar yang Dibuat:

    ETSI menciptakan standar yang ditujukan untuk penggunaan global, dengan keanggotaan dari seluruh dunia dan kemitraan yang mencakup semua wilayah dan sektor yang relevan untuk TIK. 

Jenis Standar:

    ETSI memproduksi berbagai jenis standar, termasuk Spesifikasi Teknis (TS) dan Laporan Teknis (TR).

- VNFs



- Model Referensi IoT World Forum (IWF)

    Model Referensi IoT World Forum (IWF) adalah kerangka kerja yang digunakan untuk memvisualisasikan, memahami, dan mengorganisasikan sistem IoT. Model ini bertujuan untuk menguraikan masalah IoT menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, mengidentifikasi teknologi di setiap lapisan, mendefinisikan antarmuka antar bagian untuk interoperabilitas, dan menetapkan model keamanan berjenjang. 

Model Referensi IWF ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

- Menyediakan kerangka kerja yang komprehensif:

Model ini memberikan panduan yang jelas tentang bagaimana sistem IoT dapat dibangun dan diimplementasikan. 

- Memudahkan interoperabilitas:

Dengan mendefinisikan antarmuka, model ini memungkinkan perangkat dan layanan dari berbagai vendor untuk beroperasi bersama. 

- Memperkuat keamanan:

Model ini menetapkan model keamanan berjenjang yang memastikan bahwa data dan perangkat IoT dilindungi. 

- Meningkatkan pemahaman tentang IoT:

Model ini membantu dalam memahami kompleksitas sistem IoT dan bagaimana berbagai komponen berinteraksi. 

Model Referensi IWF juga memiliki beberapa lapisan, yang umumnya terdiri dari: 

1. Lapisan Perangkat: Menyediakan perangkat dan sensor yang mengumpulkan data dari lingkungan.

2. Lapisan Jaringan: Menghubungkan perangkat dengan jaringan dan memungkinkan transfer data.

3. Lapisan Sesi: Mengelola komunikasi dan interaksi antara perangkat.

4. Lapisan Awan: Menyediakan infrastruktur penyimpanan dan pemrosesan data.

5. Lapisan Aplikasi: Mengembangkan aplikasi yang memanfaatkan data IoT.

6. Lapisan Manajemen: Mengelola dan memantau perangkat dan sistem IoT.

7. Lapisan Keamanan: Memastikan keamanan sistem IoT.

- Blok Arsitektur IETF (Internet Engineering Task Force)

    Blok Arsitektur IETF (Internet Engineering Task Force) merujuk pada proses dan struktur yang digunakan oleh IETF untuk mengembangkan dan mengelola standar Internet. IETF adalah organisasi yang mengembangkan standar sukarela untuk protokol Internet seperti TCP/IP, dan Blok Arsitektur IETF mengatur bagaimana standar ini dikembangkan dan diterapkan. 

IETF dan Standar Internet:
    IETF adalah organisasi standar terbuka yang mengembangkan standar sukarela untuk Internet. Standar-standar ini kemudian diadopsi oleh pengguna Internet, operator jaringan, dan vendor peralatan, yang membantu membentuk lintasan pengembangan Internet. 

Blok Arsitektur IETF:
    Blok Arsitektur IETF adalah kerangka kerja yang digunakan IETF untuk mengelola proses pembuatan standar. Kerangka kerja ini mencakup berbagai aspek, seperti proses pengajuan standar, review, dan publikasi. 

Proses Pembuatan Standar IETF:
    Proses pembuatan standar IETF melibatkan kelompok kerja (Working Groups) yang terdiri dari perancang, operator, vendor, pengguna, dan peneliti jaringan. Kelompok kerja ini mengembangkan standar dengan bekerja sama, melakukan review, dan menghasilkan dokumen yang disebut RFC (Request for Comments). RFC ini kemudian dipublikasikan dan dapat diadopsi sebagai standar Internet. 

Dokumen RFC:
    Dokumen RFC adalah dokumen yang menjelaskan standar protokol Internet yang dikembangkan oleh IETF. Dokumen ini berisi spesifikasi teknis, persyaratan, dan rekomendasi tentang penggunaan protokol. 

Peran IETF:
    IETF tidak mengendalikan atau mengawasi Internet secara langsung. Peran utama IETF adalah untuk mengembangkan standar sukarela yang dapat diadopsi oleh berbagai pihak dalam komunitas Internet. Standar-standar ini membantu memastikan interoperabilitas dan stabilitas Internet. 

Contoh Standar IETF:
    Beberapa contoh standar IETF yang penting meliputi TCP/IP, IPv6, HTTP, DNS, dan berbagai protokol keamanan.


Kesimpulan:
        Internet of Things (IoT) berkembang melalui integrasi berbagai komponen utama seperti perangkat, jaringan, cloud, pemrosesan data, analitik, machine learning, dan aplikasi pengguna. IoT memberikan manfaat besar bagi bisnis, seperti meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan inovasi, namun juga menghadapi tantangan implementasi. Penerapan model referensi, domain, dan fungsional IoT membantu standarisasi, interoperabilitas, efisiensi, serta keamanan sistem, sehingga memungkinkan pengembangan solusi IoT yang terstruktur, terintegrasi, dan mudah dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis dan industri.


Sumber :

https://sis.binus.ac.id/2019/10/24/elemen-dasar-arsitektur-iot/
https://el.iti.ac.id/penerapan-internet-of-things-iot-dalam-bisnis-dan-tantangannya/
https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-642-40403-0_7
https://www.linkedin.com/pulse/iot-domain-modela-brief-introduction-mayank-pathak
https://www-sciencedirect-com.translate.goog/topics/materials-science/functional-modeling?
https://botpenguin-com.translate.goog/glossary/iot-communication-models?
https://www.etsi.org/standards
https://www-bunksallowed-com.translate.goog/2024/08/the-iot-world-forum-iotwf-standardized.html?
https://www.sciencedirect.com/topics/computer-science/internet-engineering-task-force

Minggu, 20 April 2025

Ringkasan Materi Internet of Things Part 1



INTERNET OF THINGS


Definisi Internet of Things (IoT)

    Internet of Things atau disingkat dengan istilah IoT merupakan teknologi yang menginovasi benda-benda sekitar dengan internet agar aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah dan efisien. Internet of Things adalah teknologi yang memungkinkan benda-benda di sekitar kita terhubung dengan Internet. Pentingnya Internet of Things dapat dilihat dengan semakin banyaknya diterapkan dalam berbagai lini kehidupan saat ini. 

    IoT memberikan kita banyak gagasan untuk turut berperan serta dalam berbagai segi perkembangan mulai dari hal mikro hingga makro di seluruh dunia. Internet of things menjadikannya sebuah bidang penelitian tersendiri sejak berkembangnya teknologi internet (IT) dan media komunikasi lain. Metodology yang digunakan dalam pengembangan IoT ini adalah berbagai macam. Dari yang real time system hingga penggunaan alur prototype. Semakin berkembang keperluan manusia tentang teknologi, maka semakin banyak penelitian yang akan hadir, internet of things adalah salah satu hasil pemikiran para peneliti yang mengoptimasi beberapa alat seperti media sensor, Radio Frequency Identification (RFID)Wireless Sensor Network serta Smart Object lain yang memungkinkan manusia mudah berinteraksi dengan semua peralatan yang terhubung dengan jaringan internet.

Unsur-Unsur Internet of Things (IoT)

Unsur-unsur utama yang harus dimiliki sebagai pembentuk Internet of Things adalah sebagai berikut: 

  1. Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI). IoT membuat hampir semua mesin yang ada menjadi Smart. Ini berarti IoT bisa meningkatkan segala aspek kehidupan kita dengan pengembangan teknologi yang didasarkan pada AI. Jadi, pengembangan teknologi yang ada dilakukan dengan pengumpulan data, algoritma kecerdasan buatan, dan jaringan yang tersedia. 
  2. Konektivitas. Dalam IoT, ada kemungkinan untuk membuat/membuka jaringan baru, dan jaringan khusus IoT. Jadi, jaringan ini tak lagi terikat hanya dengan penyedia utamanya saja. Jaringannya tidak harus berskala besar dan mahal, bisa tersedia pada skala yang jauh lebih kecil dan lebih murah. IoT bisa menciptakan jaringan kecil tersebut di antara perangkat sistem.
  3. Sensor. Sensor ini merupakan pembeda yang membuat IoT unik dibanding mesin canggih lainnya. Sensor ini mampu mendefinisikan instrumen, yang mengubah IoT dari jaringan standar dan cenderung pasif dalam perangkat, hingga menjadi suatu sistem aktif yang sanggup diintegrasikan ke dunia nyata sehari-hari kita. 
  4. Keterlibatan Aktif (Active Engagement). Engangement yang sering diterapkan teknologi umumnya yang termasuk pasif. IoT ini mengenalkan paradigma yang baru bagi konten aktif, produk, maupun keterlibatan layanan.

Arsitektur Internet of Things (IoT)

Internet of Things terdiri dari beberapa bagian yang menjadi arsitektur penyusun. Adapun arsitektur dari Internet of Things adalah sebagai berikut:

a. Things 

Things merupakan objek yang dilengkapi dengan sensor yang mengumpulkan data yang akan ditransfer melalui jaringan dan aktuator yang memungkinkan sesuatu untuk bertindak (misalnya, untuk menghidupkan atau mematikan lampu, membuka atau menutup pintu, menambah atau mengurangi kecepatan putaran mesin dan banyak lagi). Konsep ini termasuk lemari es, lampu jalan, bangunan, kendaraan, mesin produksi, peralatan rehabilitasi, dan segala sesuatu yang dapat dibayangkan. Sensor dalam semua kasus tidak melekat secara fisik pada benda-benda. Sensor mungkin perlu memantau, misalnya, apa yang terjadi di lingkungan terdekat dengan suatu benda.

b. Gateways 

Gateways adalah sarana yang menyediakan konektivitas antara hal-hal dan bagian cloud dari solusi IoT, memungkinkan preprocessing dan pemfilteran data sebelum memindahkannya ke cloud (untuk mengurangi volume data untuk pemrosesan dan penyimpanan terperinci) dan mentransmisikan perintah kontrol dari cloud ke berbagai hal. Hal-hal kemudian menjalankan perintah menggunakan aktuatornya.

c. Cloud gateway 

Cloud gateway memfasilitasi kompresi data dan transmisi data yang aman antara gateway bidang dan server cloud IoT. Ini juga memastikan kompatibilitas dengan berbagai protokol dan berkomunikasi dengan gateway lapangan menggunakan protokol yang berbeda tergantung pada protokol apa yang didukung oleh gateway.

d. Streaming data processor 

Streaming data processor berfungsi untuk memastikan transisi input data yang efektif ke danau data dan aplikasi kontrol. Tidak ada data yang sesekali dapat hilang atau rusak.

e. Data lake 

Data lake merupakan sebuah wadah yang digunakan untuk menyimpan data yang dihasilkan oleh perangkat yang terhubung dalam format alami. Data besar datang dalam kumpulan atau aliran. Ketika data diperlukan untuk wawasan yang bermakna, data itu diekstraksi dari danau data dan dimuat ke gudang data besar.

f. Big data warehouse 

Big data warehouse merupakan data yang difilter dan diproses yang diperlukan untuk wawasan yang berarti diekstraksi dari danau data ke gudang data besar. Gudang data besar hanya berisi data yang dibersihkan, terstruktur, dan cocok (dibandingkan dengan danau data yang berisi semua jenis data yang dihasilkan oleh sensor). Juga, gudang data menyimpan informasi konteks tentang hal-hal dan sensor (misalnya, di mana sensor dipasang) dan aplikasi kontrol perintah mengirim ke hal-hal.

g. Data analytics 

Data analytics dapat menggunakan data dari gudang data besar untuk menemukan tren dan mendapatkan wawasan yang dapat ditindak lanjuti. Ketika dianalisis (dan dalam banyak kasus – divisualisasikan dalam skema, diagram, infografis) data besar menunjukkan, misalnya, kinerja perangkat, membantu mengidentifikasi inefisiensi dan mencari cara untuk meningkatkan sistem IoT (membuatnya lebih dapat diandalkan, lebih banyak pelanggan- berorientasi). Selain itu, korelasi dan pola yang ditemukan secara manual dapat berkontribusi lebih lanjut untuk membuat algoritma untuk aplikasi kontrol.

h. Machine learning and the models ML generates 

Machine learning and the models ML generates dengan pembelajaran mesin, ada peluang untuk membuat model yang lebih tepat dan lebih efisien untuk aplikasi kontrol. Model diperbarui secara berkala (misalnya, seminggu sekali atau sebulan sekali) berdasarkan data historis yang terakumulasi di gudang data besar. Ketika penerapan dan efisiensi model baru diuji dan disetujui oleh analis data, model baru digunakan oleh aplikasi kontrol.

i. User applications 

User applications adalah komponen perangkat lunak dari sistem IoT yang memungkinkan koneksi pengguna ke sistem IoT dan memberikan opsi untuk memantau dan mengontrol hal-hal cerdas mereka (sementara mereka terhubung ke jaringan hal-hal serupa, misalnya, rumah atau mobil dan dikendalikan oleh sistem pusat). Dengan aplikasi seluler atau web, pengguna dapat memantau keadaan barang-barang mereka, mengirim perintah untuk mengontrol aplikasi, mengatur opsi perilaku otomatis (pemberitahuan dan tindakan otomatis ketika data tertentu berasal dari sensor).

Cara Kerja Internet of Things (IoT)

    Cara Kerja Internet of Things yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman yang dimana tiap-tiap perintah argumennya itu menghasilkan sebuah interaksi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan dalam jarak berapa pun.Internetlah yang menjadi penghubung di antara kedua interaksi mesin tersebut, sementara manusia hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas bekerjanya alat tersebut.

    Saat ini koneksi internet sudah sangat mudah didapatkan. Dengan demikian pengguna dapat memantau benda bahkan memberi perintah (remote control) kepada benda tersebut dengan koneksi internet. Pada IoT, setiap benda harus memiliki sebuah alamat Internet Protocol (IP). Alamat Internet Protocol (IP) adalah sebuah identitas dalam jaringan yang membuat benda tersebut bisa diperintahkan dari benda lain dalam jaringan yang sama. Selanjutnya, alamat Internet Protocol (IP) dalam benda-benda tersebut akan dikoneksikan ke jaringan internet.

    Setelah sebuah benda memiliki alamat IP dan terkoneksi dengan internet, pada benda tersebut juga dipasang sebuah sensor. Sensor pada benda memungkinkan benda tersebut memperoleh informasi yang dibutuhkan. Setelah memperoleh informasi, benda tersebut dapat mengolah informasi itu sendiri, bahkan berkomunikasi dengan benda-benda lain yang memiliki alamat IP dan terkoneksi dengan internet juga. Terjadi pertukaran informasi dalam komunikasi antara benda-benda tersebut. Setelah pengolahan informasi selesai, benda tersebut dapat bekerja dengan sendirinya, atau bahkan memerintahkan benda lain juga untuk ikut bekerja.

    Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis untuk mengambil tindakan spesifik berdasarkan layanan yang dibutuhkan. Sensor IoT bisa berupa sensor cerdas, aktuator atau perangkat penginderaan yang dapat dipakai. Perusahaan seperti Wemo, Revolv dan SmartThings menawarkan smart hub dan aplikasi mobile yang memungkinkan orang untuk memantau dan mengendalikan ribuan perangkat dan peralatan cerdas di dalam gedung menggunakan ponsel cerdas mereka Single Board Computers (SBCs) yang terintegrasi dengan sensor dan built-in IP dan fungsi keamanan biasanya digunakan untuk mewujudkan produk IoT, seperti Arduino Yun, Raspberry PI, BeagleBone Black dan lain sebagainya.

Manfaat dan Penerapan Internet of Things (IoT)

Internet of Things (IoT) dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari memiliki beberapa manfaat, di antaranya adalah:

  1. Konektivitas. Jika dulu harus mengoperasikan perangkat secara manual, maka dengan adanya IoT Anda bisa mengoperasikan banyak hal dari satu perangkat saja seperti dengan smartphone yang telah terhubung ke internet. Contoh konektivitas ini misalnya Smart Home, dengan salah satu penerapan teknologi IoT ini kita dapat menyalakan lampu, memantau rumah, menghidupkan AC, atau sekadar mengunci pintu rumah dari mana saja asalkan tersambung dengan internet.
  2. Efisiensi. Dengan meningkatnya konektivitas maka jumlah waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan juga akan semakin sedikit. Contohnya seperti asisten suara Amazon’s Alexa atau Apple’s Homepod yang bisa memberi jawaban dari pertanyaan Anda tanpa perlu mengangkat telepon atau menghidupkan komputer terlebih dahulu. 
  3. Kemudahan. Ada banyak sekali perangkat IoT yang sudah dimiliki banyak orang untuk memudahkan pekerjaan mereka.

Komponen Utama IoT

Agar bisa bekerja dengan baik, IoT terdiri dari beberapa komponen utama yang mendukung sistem secara keseluruhan. Berikut adalah komponen-komponen penting dalam sistem IoT:

  • Perangkat Cerdas: Perangkat ini merupakan titik awal dalam ekosistem IoT, misalnya kamera CCTV, lampu pintar, atau smartwatch. Perangkat ini biasanya dilengkapi dengan sensor yang mengumpulkan data.
  • Jaringan Konektivitas: Jaringan ini memastikan perangkat IoT bisa terhubung dan bertukar data dengan perangkat lainnya. Berbagai teknologi seperti Wi-Fi, Bluetooth, dan 5G digunakan untuk mendukung konektivitas ini.
  • Platform Cloud: Cloud berperan sebagai tempat penyimpanan data yang dikumpulkan dari perangkat IoT. Selain itu, cloud juga menjadi tempat pemrosesan data dan analisis.
  • Antarmuka Pengguna: Perangkat IoT memerlukan antarmuka pengguna, misalnya aplikasi mobile atau dashboard, yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan perangkat dan memantau data yang terkumpul.
Prinsip Desain IoT

Berikut adalah 5 prinsip yang saya yakini sangat penting dalam mendesain Internet of Things :

Mempersiapkan Tindakan Pengguna yang Berkembang

        Sama seperti mencubit, menggulir jari, dan menggesek. Diperkenalkan oleh layar sentuh, Kami akan segera menawarkan metode tambahan untuk menggunakan antarmuka digital. Gerakan tangan akan terus digunakan, tetapi kami juga dapat mengantisipasi bahwa gerakan yang lebih alami akan mulai mengendalikan lingkungan kita. Gerakan kami disimulasikan dalam realitas virtual. Kami dapat menjelajahi dunia VR dengan cara yang sama seperti yang kami lakukan sendiri dengan menggerakkan kepala kami ke atas, bawah, dan sekitar. Kami akan dapat menggunakan gerakan tangan dan lengan yang sama untuk mengontrol gerakan kami. lingkungan.Suara akan menjadi faktor utama. Bahkan berjalan akan memerlukan beberapa tingkat kontrol.Terlepas dari apakah layar ada atau tidak, kontrol baru ini akan menjadi standar yang digunakan kita untuk berinteraksi di ruang ini saat pengguna mengadopsinya.

Manfaatkan Apa yang Sudah Anda Ketahui

       Kita akan melihat perangkat yang belum pernah dilihat sebelumnya dengan antarmuka pengguna terkait saat Internet of Things terus berkembang. Kita yang mendesain untuk lingkungan baru ini perlu menemukan keseimbangan antara antarmuka pengguna yang baru dan yang sudah dikenal. Kita perlu menggunakan hal-hal yang diharapkan pengguna sebagai standar saat merancang UI masa depan. Potensi teknologi baru dapat dimanfaatkan sambil mempertahankan keakraban yang cukup untuk digunakan pengguna dengan berkembang dari apa yang sudah diketahui. Hal-hal seperti “menu” akan selalu menjadi bagian dari pengalaman, itu aman untuk dikatakan. Selain itu, kita perlu menyelidiki perkembangannya lebih jauh dalam lingkungan IoT, seperti yang kita saksikan pengenalan menu hamburger setelah ponsel menjadi demand.Evolusi kontrol menu dapat dilihat pada perangkat yang dapat dikenakan seperti Samsung Gear S2 Watch.

Ciptakan Pengalaman Kontekstual

       Ketika produk mudah dipahami dan diintegrasikan dengan mulus ke dalam kehidupan orang, IoT akan digunakan secara luas. Ini menunjukkan kepada saya bahwa kita perlu melampaui individualisasi dan mulai memasukkan konteks ke dalam pengalaman. Istilah “konteks” mengacu pada waktu dan tujuan. Pengalaman bisa bermakna dan berharga berkat konteks. Akibatnya, saat kami mengerjakan pengalaman yang akan mendorong Internet of Things, kami perlu menyadari bahwa menjadi tidak terlihat mungkin tidak selalu berarti buruk. Ketika produk Internet of Things mengetahui siapa Anda, di mana Anda berada, dan apa Anda butuhkan, itu hanya akan muncul saat Anda membutuhkannya. Orang akan mengubah banyak hal, dan sebelum kita menyadarinya, mereka akan sepenuhnya terintegrasi ke dalam rutinitas dan kehidupan sehari-hari kita.

Akun untuk Tindakan yang Direncanakan

         Kemampuan untuk mengantisipasi dan merespons perubahan keadaan adalah salah satu fitur IoT yang paling menjanjikan. Antarmuka pengguna dapat dikatakan sama. Perlu dikembangkan model baru di mana tindakan tunggal mendorong respons tunggal. Antarmuka yang dapat mengantisipasi serangkaian langkah untuk Anda akan mulai muncul. Serangkaian tindakan bermanfaat dapat dimulai dengan satu kata, gerakan, atau isyarat. Bahkan reaksi yang tidak dimulai sama sekali akan terjadi.

          Nest beradaptasi dengan cerdas dan mempelajari rutinitas kita tanpa keterlibatan kita. Kita perlu menyadari fakta bahwa perspektif pengguna akan terus berubah saat kita mengembangkan UI untuk dinamika baru ini. Kontrol perlu diizinkan sewaktu-waktu, sementara komponen terukur akan perlu diperhitungkan di lain waktu. Selain itu, konteks saat itu juga akan diperhitungkan saat menampilkan setiap tampilan.

Yang Paling Penting, Hubungkan Orang!

       Meskipun semua hal di atas penting, kita tidak boleh lupa bahwa kita menghubungkan orang, bukan produk. Alih-alih mendorong orang untuk lebih menutup diri, pengalaman perlu membuka dialog dan interaksi. Saat kita mengantisipasi masa depan yang terhubung, koneksi yang bermakna antara kita semua akan memungkinkan lebih banyak interaksi dan, mudah-mudahan, produktivitas yang lebih besar. Tujuan Internet of Things (IoT) di masa depan dan peran yang akan dimainkan oleh desain digital adalah untuk memberdayakan dan memungkinkan orang-orang dengan cara yang sebelumnya membutuhkan banyak usaha atau pengetahuan. Ini bukan tentang jalan pintas, melainkan tentang memperoleh pengalaman atau pengetahuan individu yang akan bermanfaat bagi seluruh kelompok.

       Internet of Things (IoT) membuat kemajuan yang signifikan, tetapi langkah selanjutnya adalah memungkinkan pengguna untuk terlibat dalam interaksi yang dapat diprediksi dan bermanfaat dengan teknologi ini, menjadikannya lebih dari sekadar teknologi tetapi juga sarana yang berguna untuk berinteraksi, mengantisipasi, dan beradaptasi.

Machine 2 Machine (M2M)



    Machine to Machine (M2M) merupakan konsep komunikasi antara perangkat atau mesin secara otomatis tanpa melibatkan interaksi manusia. M2M melibatkan pertukaran data dan informasi antara perangkat elektronik yang terhubung dalam jaringan, yang memungkinkan mereka saling berkomunikasi dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan tertentu. Teknologi ini berfokus pada kemampuan perangkat untuk mengumpulkan data, mengirimkan informasi, dan merespons perintah tanpa campur tangan manusia. 

    Contoh penerapan M2M meliputi berbagai bidang, seperti industri, pertanian, transportasi, dan kesehatan. Dalam industri, M2M digunakan untuk mengawasi dan mengendalikan proses produksi, sedangkan dalam pertanian dapat membantu pemantauan tanaman dan lingkungan. 

    Dalam transportasi, M2M digunakan untuk melacak dan mengelola armada kendaraan, sementara dalam kesehatan dapat membantu pemantauan pasien secara jarak jauh. Melalui komunikasi yang efisien antar perangkat, M2M memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan membuka peluang baru dalam berbagai industri.

Perbedaan Machine to Machine (M2M) dan IoT (Internet of Things)

Meskipun Machine to Machine (M2M) dan Internet of Things (IoT) memiliki beberapa kesamaan dalam konteks komunikasi antar perangkat, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam skala, fleksibilitas, dan fokus pada interaksi antar perangkat.

Skala dan Kompleksitas

  • M2M: Biasanya berfokus pada komunikasi antara perangkat yang terprogram secara khusus untuk saling berinteraksi. M2M cenderung lebih terbatas dalam skala dan kompleksitas, sering kali terdiri dari aplikasi yang tertutup dan khusus.
  • IoT: Lebih luas dalam cakupan dan kompleksitas. IoT melibatkan jaringan besar perangkat yang dapat berkomunikasi tidak hanya satu sama lain, tetapi juga dengan platform berbasis cloud, aplikasi, dan bahkan manusia. IoT lebih fleksibel dan mampu mengintegrasikan berbagai jenis perangkat dan layanan.

Fleksibilitas

  • M2M: Lebih terbatas dalam fleksibilitas karena biasanya didesain untuk tugas-tugas tertentu dan memiliki interaksi yang terbatas dengan jenis perangkat lain.
  • IoT: Lebih fleksibel dan dapat diadaptasi untuk berbagai kasus penggunaan. Perangkat IoT memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan berbagai jenis perangkat, mengumpulkan dan mengirimkan data, serta merespons kondisi lingkungan dengan cara yang lebih dinamis.

Interaksi

  • M2M: Biasanya melibatkan interaksi langsung antara perangkat yang ditetapkan sebelumnya dan memiliki tujuan yang sangat spesifik.
  • IoT: Lebih fokus pada interaksi yang lebih kompleks dan terjadi dalam lingkungan yang lebih dinamis. Perangkat IoT dapat berkomunikasi secara otomatis, beradaptasi dengan perubahan kondisi, dan memberikan akses data dalam skala yang lebih besar.

Aplikasi

  • M2M: Umumnya digunakan dalam lingkungan industri tertentu, seperti manufaktur, transportasi, dan energi, dimana interaksi antar perangkat memiliki tujuan tertentu seperti pengawasan dan pengendalian proses.
  • IoT: Lebih luas dalam aplikasinya, mencakup berbagai sektor seperti rumah pintar, kesehatan, pertanian cerdas, kota cerdas, dan lebih banyak lagi. IoT sering berfokus pada memperluas konektivitas dan memberdayakan data untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.

Kesimpulan : 

    Internet of Things (IoT) adalah teknologi yang menghubungkan benda-benda di sekitar kita ke internet, mempermudah aktivitas sehari-hari. IoT didukung oleh kecerdasan buatan, konektivitas, sensor, dan keterlibatan aktif. Cara kerjanya melibatkan interaksi otomatis antar perangkat melalui internet untuk mengumpulkan, mengolah, dan bertukar data. Manfaat IoT termasuk peningkatan konektivitas, efisiensi, dan kemudahan kontrol. Dalam desain IoT, penting untuk menghubungkan orang, bukan hanya perangkat, dengan memperhatikan interaksi pengguna, konteks, dan antisipasi tindakan.


Sumber :

https://jurnal.idbbali.ac.id/index.php/imagine/article/view/329

https://myrobin.id/untuk-bisnis/machine-to-machine-m2m/

https://www.kajianpustaka.com/2022/09/blog-post_12.html

https://docif.telkomuniversity.ac.id/apa-itu-iot/

https://nocola.co.id/5-prinsip-utama-mendesain-internet-of-things-iot/