INTERNET OF THINGS
Definisi Internet of Things (IoT)
Internet of Things atau disingkat dengan istilah IoT merupakan teknologi yang menginovasi benda-benda sekitar dengan internet agar aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah dan efisien. Internet of Things adalah teknologi yang memungkinkan benda-benda di sekitar kita terhubung dengan Internet. Pentingnya Internet of Things dapat dilihat dengan semakin banyaknya diterapkan dalam berbagai lini kehidupan saat ini.
IoT memberikan kita banyak gagasan untuk turut berperan serta dalam berbagai segi perkembangan mulai dari hal mikro hingga makro di seluruh dunia. Internet of things menjadikannya sebuah bidang penelitian tersendiri sejak berkembangnya teknologi internet (IT) dan media komunikasi lain. Metodology yang digunakan dalam pengembangan IoT ini adalah berbagai macam. Dari yang real time system hingga penggunaan alur prototype. Semakin berkembang keperluan manusia tentang teknologi, maka semakin banyak penelitian yang akan hadir, internet of things adalah salah satu hasil pemikiran para peneliti yang mengoptimasi beberapa alat seperti media sensor, Radio Frequency Identification (RFID), Wireless Sensor Network serta Smart Object lain yang memungkinkan manusia mudah berinteraksi dengan semua peralatan yang terhubung dengan jaringan internet.
Unsur-Unsur Internet of Things (IoT)
Unsur-unsur utama yang harus
dimiliki sebagai pembentuk Internet of Things adalah sebagai berikut:
- Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI).
IoT membuat hampir semua mesin yang ada menjadi Smart. Ini berarti IoT
bisa meningkatkan segala aspek kehidupan kita dengan pengembangan
teknologi yang didasarkan pada AI. Jadi, pengembangan teknologi yang ada
dilakukan dengan pengumpulan data, algoritma kecerdasan buatan, dan
jaringan yang tersedia.
- Konektivitas. Dalam IoT, ada kemungkinan
untuk membuat/membuka jaringan baru, dan jaringan khusus IoT. Jadi,
jaringan ini tak lagi terikat hanya dengan penyedia utamanya saja.
Jaringannya tidak harus berskala besar dan mahal, bisa tersedia pada skala
yang jauh lebih kecil dan lebih murah. IoT bisa menciptakan jaringan kecil
tersebut di antara perangkat sistem.
- Sensor. Sensor ini merupakan pembeda yang
membuat IoT unik dibanding mesin canggih lainnya. Sensor ini mampu
mendefinisikan instrumen, yang mengubah IoT dari jaringan standar dan
cenderung pasif dalam perangkat, hingga menjadi suatu sistem aktif yang
sanggup diintegrasikan ke dunia nyata sehari-hari kita.
- Keterlibatan Aktif (Active Engagement).
Engangement yang sering diterapkan teknologi umumnya yang termasuk pasif.
IoT ini mengenalkan paradigma yang baru bagi konten aktif, produk, maupun
keterlibatan layanan.
Arsitektur Internet of
Things (IoT)
Internet of Things terdiri dari beberapa bagian yang menjadi arsitektur penyusun. Adapun arsitektur dari Internet of Things adalah sebagai berikut:
a. Things
Things merupakan objek yang
dilengkapi dengan sensor yang mengumpulkan data yang akan ditransfer melalui
jaringan dan aktuator yang memungkinkan sesuatu untuk bertindak (misalnya,
untuk menghidupkan atau mematikan lampu, membuka atau menutup pintu, menambah
atau mengurangi kecepatan putaran mesin dan banyak lagi). Konsep ini termasuk
lemari es, lampu jalan, bangunan, kendaraan, mesin produksi, peralatan
rehabilitasi, dan segala sesuatu yang dapat dibayangkan. Sensor dalam semua
kasus tidak melekat secara fisik pada benda-benda. Sensor mungkin perlu
memantau, misalnya, apa yang terjadi di lingkungan terdekat dengan suatu benda.
b. Gateways
Gateways adalah sarana yang
menyediakan konektivitas antara hal-hal dan bagian cloud dari solusi IoT,
memungkinkan preprocessing dan pemfilteran data sebelum memindahkannya ke cloud
(untuk mengurangi volume data untuk pemrosesan dan penyimpanan terperinci) dan
mentransmisikan perintah kontrol dari cloud ke berbagai hal. Hal-hal kemudian
menjalankan perintah menggunakan aktuatornya.
c. Cloud gateway
Cloud gateway memfasilitasi
kompresi data dan transmisi data yang aman antara gateway bidang dan server
cloud IoT. Ini juga memastikan kompatibilitas dengan berbagai protokol dan
berkomunikasi dengan gateway lapangan menggunakan protokol yang berbeda tergantung
pada protokol apa yang didukung oleh gateway.
d. Streaming data
processor
Streaming data processor
berfungsi untuk memastikan transisi input data yang efektif ke danau data dan
aplikasi kontrol. Tidak ada data yang sesekali dapat hilang atau rusak.
e. Data lake
Data lake merupakan sebuah wadah
yang digunakan untuk menyimpan data yang dihasilkan oleh perangkat yang
terhubung dalam format alami. Data besar datang dalam kumpulan atau aliran.
Ketika data diperlukan untuk wawasan yang bermakna, data itu diekstraksi dari
danau data dan dimuat ke gudang data besar.
f. Big data warehouse
Big data warehouse merupakan data yang difilter dan diproses yang diperlukan untuk wawasan yang berarti diekstraksi dari danau data ke gudang data besar. Gudang data besar hanya berisi data yang dibersihkan, terstruktur, dan cocok (dibandingkan dengan danau data yang berisi semua jenis data yang dihasilkan oleh sensor). Juga, gudang data menyimpan informasi konteks tentang hal-hal dan sensor (misalnya, di mana sensor dipasang) dan aplikasi kontrol perintah mengirim ke hal-hal.
g. Data analytics
Data analytics dapat menggunakan
data dari gudang data besar untuk menemukan tren dan mendapatkan wawasan yang
dapat ditindak lanjuti. Ketika dianalisis (dan dalam banyak kasus –
divisualisasikan dalam skema, diagram, infografis) data besar menunjukkan, misalnya,
kinerja perangkat, membantu mengidentifikasi inefisiensi dan mencari cara untuk
meningkatkan sistem IoT (membuatnya lebih dapat diandalkan, lebih banyak
pelanggan- berorientasi). Selain itu, korelasi dan pola yang ditemukan secara
manual dapat berkontribusi lebih lanjut untuk membuat algoritma untuk aplikasi
kontrol.
h. Machine learning and the
models ML generates
Machine learning and the models
ML generates dengan pembelajaran mesin, ada peluang untuk membuat model yang
lebih tepat dan lebih efisien untuk aplikasi kontrol. Model diperbarui secara
berkala (misalnya, seminggu sekali atau sebulan sekali) berdasarkan data
historis yang terakumulasi di gudang data besar. Ketika penerapan dan efisiensi
model baru diuji dan disetujui oleh analis data, model baru digunakan oleh
aplikasi kontrol.
i. User applications
User applications adalah komponen
perangkat lunak dari sistem IoT yang memungkinkan koneksi pengguna ke sistem
IoT dan memberikan opsi untuk memantau dan mengontrol hal-hal cerdas mereka
(sementara mereka terhubung ke jaringan hal-hal serupa, misalnya, rumah atau
mobil dan dikendalikan oleh sistem pusat). Dengan aplikasi seluler atau web,
pengguna dapat memantau keadaan barang-barang mereka, mengirim perintah untuk
mengontrol aplikasi, mengatur opsi perilaku otomatis (pemberitahuan dan
tindakan otomatis ketika data tertentu berasal dari sensor).
Cara Kerja Internet of Things (IoT)
Cara Kerja Internet of Things
yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman yang dimana tiap-tiap
perintah argumennya itu menghasilkan sebuah interaksi antara sesama mesin yang
terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan dalam jarak berapa
pun.Internetlah yang menjadi penghubung di antara kedua interaksi mesin
tersebut, sementara manusia hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas
bekerjanya alat tersebut.
Saat ini koneksi internet sudah
sangat mudah didapatkan. Dengan demikian pengguna dapat memantau benda bahkan
memberi perintah (remote control) kepada benda tersebut dengan koneksi
internet. Pada IoT, setiap benda harus memiliki sebuah alamat Internet Protocol
(IP). Alamat Internet Protocol (IP) adalah sebuah identitas dalam jaringan yang
membuat benda tersebut bisa diperintahkan dari benda lain dalam jaringan yang
sama. Selanjutnya, alamat Internet Protocol (IP) dalam benda-benda tersebut
akan dikoneksikan ke jaringan internet.
Setelah sebuah benda memiliki
alamat IP dan terkoneksi dengan internet, pada benda tersebut juga dipasang
sebuah sensor. Sensor pada benda memungkinkan benda tersebut memperoleh
informasi yang dibutuhkan. Setelah memperoleh informasi, benda tersebut dapat
mengolah informasi itu sendiri, bahkan berkomunikasi dengan benda-benda lain
yang memiliki alamat IP dan terkoneksi dengan internet juga. Terjadi pertukaran
informasi dalam komunikasi antara benda-benda tersebut. Setelah pengolahan
informasi selesai, benda tersebut dapat bekerja dengan sendirinya, atau bahkan
memerintahkan benda lain juga untuk ikut bekerja.
Data yang terkumpul selanjutnya
dianalisis untuk mengambil tindakan spesifik berdasarkan layanan yang
dibutuhkan. Sensor IoT bisa berupa sensor cerdas, aktuator atau perangkat
penginderaan yang dapat dipakai. Perusahaan seperti Wemo, Revolv dan SmartThings
menawarkan smart hub dan aplikasi mobile yang memungkinkan orang untuk memantau
dan mengendalikan ribuan perangkat dan peralatan cerdas di dalam gedung
menggunakan ponsel cerdas mereka Single Board Computers (SBCs) yang
terintegrasi dengan sensor dan built-in IP dan fungsi keamanan biasanya
digunakan untuk mewujudkan produk IoT, seperti Arduino Yun, Raspberry PI,
BeagleBone Black dan lain sebagainya.
Manfaat dan Penerapan Internet
of Things (IoT)
Internet of Things (IoT) dalam
penerapannya di kehidupan sehari-hari memiliki beberapa manfaat, di antaranya
adalah:
- Konektivitas. Jika dulu harus mengoperasikan
perangkat secara manual, maka dengan adanya IoT Anda bisa mengoperasikan
banyak hal dari satu perangkat saja seperti dengan smartphone yang telah
terhubung ke internet. Contoh konektivitas ini misalnya Smart Home, dengan
salah satu penerapan teknologi IoT ini kita dapat menyalakan lampu,
memantau rumah, menghidupkan AC, atau sekadar mengunci pintu rumah dari
mana saja asalkan tersambung dengan internet.
- Efisiensi. Dengan meningkatnya konektivitas
maka jumlah waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan juga
akan semakin sedikit. Contohnya seperti asisten suara Amazon’s Alexa atau
Apple’s Homepod yang bisa memberi jawaban dari pertanyaan Anda tanpa perlu
mengangkat telepon atau menghidupkan komputer terlebih dahulu.
- Kemudahan. Ada banyak sekali perangkat IoT yang sudah dimiliki banyak orang untuk memudahkan pekerjaan mereka.
Komponen Utama IoT
Agar bisa bekerja dengan baik, IoT terdiri dari beberapa komponen utama yang mendukung sistem secara keseluruhan. Berikut adalah komponen-komponen penting dalam sistem IoT:
- Perangkat Cerdas: Perangkat ini merupakan titik awal dalam ekosistem IoT, misalnya kamera CCTV, lampu pintar, atau smartwatch. Perangkat ini biasanya dilengkapi dengan sensor yang mengumpulkan data.
- Jaringan Konektivitas: Jaringan ini memastikan perangkat IoT bisa terhubung dan bertukar data dengan perangkat lainnya. Berbagai teknologi seperti Wi-Fi, Bluetooth, dan 5G digunakan untuk mendukung konektivitas ini.
- Platform Cloud: Cloud berperan sebagai tempat penyimpanan data yang dikumpulkan dari perangkat IoT. Selain itu, cloud juga menjadi tempat pemrosesan data dan analisis.
- Antarmuka Pengguna: Perangkat IoT memerlukan antarmuka pengguna, misalnya aplikasi mobile atau dashboard, yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan perangkat dan memantau data yang terkumpul.
Berikut adalah 5 prinsip yang saya yakini sangat penting dalam mendesain Internet of Things :
Mempersiapkan Tindakan Pengguna yang Berkembang
Sama seperti mencubit, menggulir jari, dan menggesek. Diperkenalkan oleh layar sentuh, Kami akan segera menawarkan metode tambahan untuk menggunakan antarmuka digital. Gerakan tangan akan terus digunakan, tetapi kami juga dapat mengantisipasi bahwa gerakan yang lebih alami akan mulai mengendalikan lingkungan kita. Gerakan kami disimulasikan dalam realitas virtual. Kami dapat menjelajahi dunia VR dengan cara yang sama seperti yang kami lakukan sendiri dengan menggerakkan kepala kami ke atas, bawah, dan sekitar. Kami akan dapat menggunakan gerakan tangan dan lengan yang sama untuk mengontrol gerakan kami. lingkungan.Suara akan menjadi faktor utama. Bahkan berjalan akan memerlukan beberapa tingkat kontrol.Terlepas dari apakah layar ada atau tidak, kontrol baru ini akan menjadi standar yang digunakan kita untuk berinteraksi di ruang ini saat pengguna mengadopsinya.
Manfaatkan Apa yang Sudah Anda Ketahui
Kita akan melihat perangkat yang belum pernah dilihat sebelumnya dengan antarmuka pengguna terkait saat Internet of Things terus berkembang. Kita yang mendesain untuk lingkungan baru ini perlu menemukan keseimbangan antara antarmuka pengguna yang baru dan yang sudah dikenal. Kita perlu menggunakan hal-hal yang diharapkan pengguna sebagai standar saat merancang UI masa depan. Potensi teknologi baru dapat dimanfaatkan sambil mempertahankan keakraban yang cukup untuk digunakan pengguna dengan berkembang dari apa yang sudah diketahui. Hal-hal seperti “menu” akan selalu menjadi bagian dari pengalaman, itu aman untuk dikatakan. Selain itu, kita perlu menyelidiki perkembangannya lebih jauh dalam lingkungan IoT, seperti yang kita saksikan pengenalan menu hamburger setelah ponsel menjadi demand.Evolusi kontrol menu dapat dilihat pada perangkat yang dapat dikenakan seperti Samsung Gear S2 Watch.
Ciptakan Pengalaman Kontekstual
Ketika produk mudah dipahami dan diintegrasikan dengan mulus ke dalam kehidupan orang, IoT akan digunakan secara luas. Ini menunjukkan kepada saya bahwa kita perlu melampaui individualisasi dan mulai memasukkan konteks ke dalam pengalaman. Istilah “konteks” mengacu pada waktu dan tujuan. Pengalaman bisa bermakna dan berharga berkat konteks. Akibatnya, saat kami mengerjakan pengalaman yang akan mendorong Internet of Things, kami perlu menyadari bahwa menjadi tidak terlihat mungkin tidak selalu berarti buruk. Ketika produk Internet of Things mengetahui siapa Anda, di mana Anda berada, dan apa Anda butuhkan, itu hanya akan muncul saat Anda membutuhkannya. Orang akan mengubah banyak hal, dan sebelum kita menyadarinya, mereka akan sepenuhnya terintegrasi ke dalam rutinitas dan kehidupan sehari-hari kita.
Akun untuk Tindakan yang Direncanakan
Kemampuan untuk mengantisipasi dan merespons perubahan keadaan adalah salah satu fitur IoT yang paling menjanjikan. Antarmuka pengguna dapat dikatakan sama. Perlu dikembangkan model baru di mana tindakan tunggal mendorong respons tunggal. Antarmuka yang dapat mengantisipasi serangkaian langkah untuk Anda akan mulai muncul. Serangkaian tindakan bermanfaat dapat dimulai dengan satu kata, gerakan, atau isyarat. Bahkan reaksi yang tidak dimulai sama sekali akan terjadi.
Nest beradaptasi dengan cerdas dan mempelajari rutinitas kita tanpa keterlibatan kita. Kita perlu menyadari fakta bahwa perspektif pengguna akan terus berubah saat kita mengembangkan UI untuk dinamika baru ini. Kontrol perlu diizinkan sewaktu-waktu, sementara komponen terukur akan perlu diperhitungkan di lain waktu. Selain itu, konteks saat itu juga akan diperhitungkan saat menampilkan setiap tampilan.
Yang Paling Penting, Hubungkan Orang!
Meskipun semua hal di atas penting, kita tidak boleh lupa bahwa kita menghubungkan orang, bukan produk. Alih-alih mendorong orang untuk lebih menutup diri, pengalaman perlu membuka dialog dan interaksi. Saat kita mengantisipasi masa depan yang terhubung, koneksi yang bermakna antara kita semua akan memungkinkan lebih banyak interaksi dan, mudah-mudahan, produktivitas yang lebih besar. Tujuan Internet of Things (IoT) di masa depan dan peran yang akan dimainkan oleh desain digital adalah untuk memberdayakan dan memungkinkan orang-orang dengan cara yang sebelumnya membutuhkan banyak usaha atau pengetahuan. Ini bukan tentang jalan pintas, melainkan tentang memperoleh pengalaman atau pengetahuan individu yang akan bermanfaat bagi seluruh kelompok.
Internet of Things (IoT) membuat kemajuan yang signifikan, tetapi langkah selanjutnya adalah memungkinkan pengguna untuk terlibat dalam interaksi yang dapat diprediksi dan bermanfaat dengan teknologi ini, menjadikannya lebih dari sekadar teknologi tetapi juga sarana yang berguna untuk berinteraksi, mengantisipasi, dan beradaptasi.
Machine 2 Machine (M2M)
Contoh penerapan M2M meliputi berbagai bidang, seperti industri, pertanian, transportasi, dan kesehatan. Dalam industri, M2M digunakan untuk mengawasi dan mengendalikan proses produksi, sedangkan dalam pertanian dapat membantu pemantauan tanaman dan lingkungan.
Dalam transportasi, M2M digunakan untuk melacak dan mengelola armada kendaraan, sementara dalam kesehatan dapat membantu pemantauan pasien secara jarak jauh. Melalui komunikasi yang efisien antar perangkat, M2M memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan membuka peluang baru dalam berbagai industri.
Perbedaan Machine to Machine (M2M) dan IoT (Internet of Things)
Meskipun Machine to Machine (M2M) dan Internet of Things (IoT) memiliki beberapa kesamaan dalam konteks komunikasi antar perangkat, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam skala, fleksibilitas, dan fokus pada interaksi antar perangkat.
Skala dan Kompleksitas
- M2M: Biasanya berfokus pada komunikasi antara perangkat yang terprogram secara khusus untuk saling berinteraksi. M2M cenderung lebih terbatas dalam skala dan kompleksitas, sering kali terdiri dari aplikasi yang tertutup dan khusus.
- IoT: Lebih luas dalam cakupan dan kompleksitas. IoT melibatkan jaringan besar perangkat yang dapat berkomunikasi tidak hanya satu sama lain, tetapi juga dengan platform berbasis cloud, aplikasi, dan bahkan manusia. IoT lebih fleksibel dan mampu mengintegrasikan berbagai jenis perangkat dan layanan.
Fleksibilitas
- M2M: Lebih terbatas dalam fleksibilitas karena biasanya didesain untuk tugas-tugas tertentu dan memiliki interaksi yang terbatas dengan jenis perangkat lain.
- IoT: Lebih fleksibel dan dapat diadaptasi untuk berbagai kasus penggunaan. Perangkat IoT memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan berbagai jenis perangkat, mengumpulkan dan mengirimkan data, serta merespons kondisi lingkungan dengan cara yang lebih dinamis.
Interaksi
- M2M: Biasanya melibatkan interaksi langsung antara perangkat yang ditetapkan sebelumnya dan memiliki tujuan yang sangat spesifik.
- IoT: Lebih fokus pada interaksi yang lebih kompleks dan terjadi dalam lingkungan yang lebih dinamis. Perangkat IoT dapat berkomunikasi secara otomatis, beradaptasi dengan perubahan kondisi, dan memberikan akses data dalam skala yang lebih besar.
Aplikasi
- M2M: Umumnya digunakan dalam lingkungan industri tertentu, seperti manufaktur, transportasi, dan energi, dimana interaksi antar perangkat memiliki tujuan tertentu seperti pengawasan dan pengendalian proses.
- IoT: Lebih luas dalam aplikasinya, mencakup berbagai sektor seperti rumah pintar, kesehatan, pertanian cerdas, kota cerdas, dan lebih banyak lagi. IoT sering berfokus pada memperluas konektivitas dan memberdayakan data untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
Kesimpulan :
Internet of Things (IoT) adalah teknologi yang menghubungkan benda-benda di sekitar kita ke internet, mempermudah aktivitas sehari-hari. IoT didukung oleh kecerdasan buatan, konektivitas, sensor, dan keterlibatan aktif. Cara kerjanya melibatkan interaksi otomatis antar perangkat melalui internet untuk mengumpulkan, mengolah, dan bertukar data. Manfaat IoT termasuk peningkatan konektivitas, efisiensi, dan kemudahan kontrol. Dalam desain IoT, penting untuk menghubungkan orang, bukan hanya perangkat, dengan memperhatikan interaksi pengguna, konteks, dan antisipasi tindakan.
Sumber :
https://jurnal.idbbali.ac.id/index.php/imagine/article/view/329
https://myrobin.id/untuk-bisnis/machine-to-machine-m2m/
https://www.kajianpustaka.com/2022/09/blog-post_12.html
https://docif.telkomuniversity.ac.id/apa-itu-iot/
https://nocola.co.id/5-prinsip-utama-mendesain-internet-of-things-iot/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar