Minggu, 02 Juni 2024

Macam-Macam Perangkat Jaringan Komputer

 PERANGKAT JARINGAN KOMPUTER



Dua komputer atau lebih dapat saling terhubung dan berbagai sumber data dikarenakan adanya perangkat jaringan yang menjembatani kedua komputer tersebut.

Terhubung ke suatu jaringan (baik jaringan lokal, wifi maupun internet) maupun sharing hardware (misal: sharing printer agar dapat digunakan satu ruangan), semua itu memerlukan yang namanya perangkat jaringan komputer. Perangkat keras jaringan komputer merupakan perangkat yang digunakan untuk mencapai tujuan dari fungsi jaringan komputer itu sendiri, seperti berbagi sumber daya, berkomunikasi dan lain sebagainya.

Ada banyak perangkat jaringan komputer yang berperan penting dalam terciptanya suatu jaringan. Sudah tahukah anda apa saja perangkat-perangkat jaringan komputer tersebut? Simak macam-macam perangkat jaringan komputer dibawah ini:

1. Server



- Pengertian Server

Server adalah suatu sistem komputer yang mempunyai layanan khusus sebagai penyimpanan data. Peran server sangat penting dalam mengirim atau menerima data maupun informasi yang tersedia. Penyimpanan data digunakan untuk situs internet, ilmu pengetahuan ataupun sekedar menyimpan dokumen maupun informasi. Selanjutnya, data tersebut digunakan untuk melakukan berbagai layanan. Seperti, menerima atau mengirim email, menampilkan website dan lainnya.

Dengan adanya server, maka sumber daya yang harus dikontrol berjumlah banyak. Maka, peladen komputer harus mempunyai spesifikasi yang tinggi agar server dapat bekerja dengan maksimal dan optimal. Peladen tersebut menjalankan perangkat lunak administratif, sehingga mengontrol akses terhadap sumber daya dan jaringan yang ada didalamnya.

- Fungsi Server

1. Melayani Permintaan Komputer
Server akan melayani segala permintaan client, baik permintaan aplikasi maupun data untuk dijalankan. Sistem operasi cepat, mudah dan aman sehingga client dapat bekerja dengan aman dan lebih efektif.

2. Menyimpan Data atau Informasi
Sebagai tempat penyimpanan data yang dikirimkan oleh client, berupa jenis dokumen maupun informasi. Server harus memliki kapasitas yang besar agar dapat menampung data yang banyak. Sehingga, antara client satu denagn yng lain dapat megakses dalam waktu bersama.

3. Menyediakan Database untuk dijalankan
Perusahaan besar banyak yang memanfaatkan fungsi ini untuk menerapkan big data, semua data yang tersimpan dapat diolah dan diakses oelh pengguna.

4. Mengatur Transfer Data maupun File
Perangkat server ini memiliki kapasitas seperti RAM dan hardisk yang tinggi, guna mengatur komunikasi dan transfer informasi pada client.

5. Mengamankan serangan kejahatan
Serangan yang dimaksd adalah serangan hacker, sehingga server berfungsi untuk melindungi computer atau website dari serangan tersebut.

- Manfaat Server

1. Keamanan data terjamin
Adanya server maka kita dapat menyimpan dan menjaga seluruh data dengan lebih aman serta terkontrol/ monitoring setiap saat. Selain itu, data yang telah disimpan okeh client juga dapat diakses dengan mudah dan cepat sesuai kebutuhan.

2. Menghemat biaya
Dapat menghemat pengeluaran biaya untuk membeli kebutuhan sebuah perangkat penyimpanan data. Server juga dapat menyimpan kapasitas yang lebih besar daripada komputer pada umumnya. Untuk itu, client tidak perlu lagi membeli sebuah perangkat computer yang banyak karena penyimpanan kapasitas server jauh lebih besar.

3. Manajemen data menjadi mudah
Proses pengelolaan dokumen dan informasi yang dibutuhkan secara tepat akan lebih mudah. Tidak hanya itu, namun proses penanganan juga cepat. Selain itu, dalam waktu panjang server juga menjamin penyimpanan data yang disimpan oleh client. Untuk saat ini penyimpanan server ada 2 yaitu bersasis cloud atau awan. Dimana data yang tersimpan dengan alokasi penyimpanan jauh lebih besar lagi.

4. Memaksimalkan kinerja antar tim
Mampu mengoptimalkan kerja sama maupun kolaborasi setiap tim maupun departemen. Dimana, dalam sebuah bisnis di bidang informasi dan teknologi mewajibkan setiap tim bekerja tidak hanya secara offline namun dituntut secara online. Jadi, server sangat memiliki peran penting guna mngoptimalkan dan meningkatkan produktivias setiap karyawan di perusuhaan maupun instansi terkait.

- Cara Kerja Server

Cara kerja server sederhana yaitu, bekerja sesuai dengan permintaan client. Sebagai contoh, komputer yang kita jalankan sedang bekerja mencari informasi yang kita butuhkan. Maka, server akan memperoleh  informasi – informasi apa saja yang sesuai kebutuhan kita. Sehingga, kita dapat mengakses isi website tersebut.

Secara garis besar, semua jenis server bekerja dengan menjalankan fungsi masing masing. Mulai dari penyimpanan data sampai melayani perlindungan pada computer klien. Hanya saja, jenis server yang dilakukan berbeda, pelayanan juga berbeda.

Komputer yang dijadikan server lain dari pada yang lain, biasanya dirancang lebih berbeda dari komputer – komputer klien. Dari spesifikasi perangkat juga sudah berbeda, spesifikasi yang digunakan untuk server jauh lebih tinggi karena memproses data yang cukup besar, sedangkan sistem operasinya menggunakan sistem operasi khusus server yaitu Linux Ubuntu Server atau Windows Server.

- Jenis-Jenis Server

  • Web Server
Web Server merupakan sebuah jaringan komputer yang melayani permintaan HTTP dan HTTPS. Laman web yang dikirim oleh web server berupa dokumen HTML dan CSS akan diproses oleh browser yang nantinya mudah dibaca oleh pengguna. Fungsi utama web server yaitu mengirim atau mentransfer berkas atas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan. Pengguna dapat mengakses berupa gambar, teks dan video melalui browser tersebut.

Selain untuk publikasi situs web, manfaat web server juga banyak digunakan dalam perangkat lain seperti router, printer, dan kamera web yang melayani akses http dalam jaringan local. Hal itu ditujukan untuk mempermudah peninjauan dan perangkat manajemen.

Kualitas web server yang digunakan akan mempengaruhi performa website. Ada beberapa jenis web server yang digunakan, namun web server terbaik yang mampu memaksimalkan kinerja werbsite adalah LiteSpeed. LiteSpeed sendiri memiliki  kinerja 3 kali lebih baik di banding web server lainnya.

a. Cara Kerja Web Server
Pengguna / client mengirim request ke web server
Server akan menerima request tersebut, kemudian server mengecek permintaan dari pengguna/ client tersedia atau tidak
Jika tersedia, web server akan mengirimkan data yang dimaksud kepada browser. Apabila permintaan client tidak ditemukan atau error maka web server akan mengirimkan pemberitahuan/ notifikasi kepada browser.

b. Jenis – Jenis Software untuk Web Server antara lain :
Apache Web Server
Apache Tomcat
Xitami Web Server
Zerus Web Server
Dll
  • Mail Server
Mail Server melayani pengguna dalam bertukar pesan ke sesama pengguna secara elektronik. Mail server mampu menampung dan meneruskan email dari pengirim ke penerima email.

Ada dua kategori mail server yaitu server surat masuk dan server surat keluar.Server surat masuk berupa POP3 dan IMAP. Post Office Protocol 3rd version/ POP3 merupakan pengiriman pesan yang diterima oleh PC Local Hard Drive. Sedangkan Internet Message Acces Protocol / IMAP salinan pesan dikirim dan diterima ke dalam mail server.


Mail server kebanyakan digunakan oleh para pebisnis, karena dapat mengirim email marketing lebih banyak sekaligus ke penerima. Selain itu, mail server juga mempunyai sistem keamanan khusus yang dapat menghalangi spamnya email masuk maupun spamnya email keluar.

Secara garis beda, fungsi mail server sebagai bertukar pesan ke sesma pengguna yang berupa gambar, teks dan video melalui browser tersebut.
  • Database Server
Database server adalah jaringan komputer yang menyediakan layanan berupa pengelolaan basis data dan menerima permintaan client untuk mengakses data pada server. Ada empat jenis databse server yaitu, flat file database, object database, relatinonal object database dan relation database.

Fungsi database server memberikan pengguna berupa layanan big data yang teratur sehingga akan mudah melakukan pencarian. Selain itu, database server juga melayani akses suatu data yang bersamaan. Untuk mengakses server database pengguna perlu menggunakan bahasa query, salah satu bahasa quey adalah SQL (Structured Query Language).



Beberapa informasi tentang database server dan aplikasinya sebagai berikut :

a. Jenis database server :
1. Flat file database
2. Database relasional
3. Database objek
4. Database relasional

b. Manfaat menggunakan database server :
1. Data akan menjadi teratur
2. Dapat mengakses database dengan waktu yang sama
3. Keamanan terjamin
  • File Server
File Server adalah jaringan komputer sebagai pusat penyimpanan file. Penyimpanan file tersebut seperti video, gambar, musik, dokumen, database maupun lainnya. Semua data dapat diakses oleh perangkat yang terhubung dengan jaringan.


File server mempunyai fungsi utama yaitu sebagai jantung sebuah jaringan komputer yang cepat dan tepat dengan kapasitas hardisk serta Ram tinggi. Sehingga mudah untuk mengontrol informasi dan komunikasi antar komponen jaringan. File server biasanya digunakan pada jaringan lokal seperti jaringan komputer di sekolah, perkantoran, warnet, rumah maupun ditempat lain.

  • Administration & Management Server
Merupakan kegiatan yang dilakukan agar server bekerja seefisien mungkin tanpa adanya masalah yang memungkinkan terjadinya sebuah server gagal berfungsi/ down. Manajemen server yang perlu diketahui antara lain :

1. Perangkat jaringan apa yang digunakan
2. Arsitektur jaringan komputer yang dipilih
3. Layanan apa saja yang digunakan oleh server

  • DHCP Server
DHCP (Dinamic Host Configuration Protocol) Server adalah jaringan yang menjalankan layanan penyewaan IP address dan informasi TCP/IP kepada client secara otomatis.

Fungsi utama DHCP Server yaitu memberikan pelayanan alamat IP secara otomatis kepada client/komputer/host pada jaringan TCP/IP yang meminta. Sehingga peran administrator tidak perlu disibukkan dengan membuat alamat IP secara manual.

Ada beberapa langkah cara kerja DHCP sebagai berikut :

1. DHCPDISCOVER : DHCP client akan melayani request untuk mencari DHCP Server yang sedang aktif
2. DHCPOFFER : setelah mendapatkan broadcast, DHCP Server menwarkan alamt kepada DHCP client
3. DHPCPREQUEST : Client meminta DHCP server menawarkan alamat IP yang bersangkutan
4. DHCPACK : DHCP server merespon permintaan client, kemudian menetapkan sebuah alamat dan memperbarui basi data databse miliknya.
  • Printer Server
Printer Server merupakan jenis server yang dapat mengubungkan printer dengan semua perangkat komputer dalam satu jaringan. Sehingga, para pengguna tidak perlu memindahkan data dari satu tempat ke tempat lain untuk mencetak satu dokumen. Selain itu, dapat meminimaslisir pengeluaran/ biaya jika menggunakan printer secara bersama.


  • Wide Area Information Servers / WAIS
WAIS adalah sistem komputer yang digunakan untuk mencari data terindeks pada remote server. Dari pencarian tersebut WAIS mendapatkan daftar halaman atau file berurutan yang telah diambil dari server.


Selain itu, Wide Area Information Servers juga sistem yang membolehkan melacak dokumen yang memuat informasi yang sedang dilakukan. Maka, WAIS disebut sebgai mesin pencari dalam sebuah situs web individual.
  • Proxy Server
Proxy Server adalah jaringan komputer yang mempunyai peran positif sebagai perantara antara pengguna dengan web server. Fungsi utama proxy server yaitu mengamankan IP alamat pengguna saat menjelajahi internet.


Layanan proxy digunakan untuk mengamankan identitas user dari mengakses hingga pemblokiran askses ke situs dan media sossial. Sehingga, kita juga bisa menggunakan proxy server untuk mengontrol website.
  • FTP Server
File Transfer Protocol (FTP) server adalah sebuah protokol internet yang memberikan akses data server pada suatu jaringan. FTP akan terhubung langsung dengan file server serta menyediakan layanan pemindahan, upload file, download dengan menggunakan internet.


Fungsi utama server ini yaitu memberikan pelayanan kepada client dan pengunjung untuk melakukan askses transfer data tersimpan yang ada pada server.
  • Game Server
Game server ini khusus untuk gamer. Digunakan untuk menghubungkan para pemain dengan pemain lainnya. Server ini membuat sensasi bermain bagi para pengguna karena selain server sendiri bisa didirikan dari computer ckient yang bermain game tersebut. Ada dua kategori yaitu, game server eksternal dan game server internal. Game server eksternal adalah penyimpanan data game yang disediakan langsung oleh pengembang game itu sendiri. Sedangkan server internal penyimpanan sendiri melalui komputer pengguna. Game server yang banyak dilakukan oleh pengguna adalah Steam.


  • Streaming Server
Streaming Server adalah server yang menyediakan layanan untuk dapat memutar video secara langsung. Seperti, netflix, viu, youtobe dan lainnya. Dengan adanya server ini, dapat mengakses, menikmati suara maupun video yang berukuran besar tanpa mengunduhnya terlebih dahulu.

  • Aplication Server
Aplication Server adalah sebuah perangkat yang memberikan layanan terhadap setiap permintaan akses dari client yang terhadap dengan jaringan. Komunikasi tersebut menggunakan protocol HTTP.


Perbedaan application server dengan web server adalah web server digunakan membuat website statis, dimana informasi didalamnya tidak berubah, sedangkan application server digunakan membuat aplikasi yang dinamis seperti aplikasi transaksi, layanan pesan, object pooling dan lainnya. Contoh application server antara lain WebSphere, GlassFush, WildFly dan WebLogic.

  • Virtual Server

Virtual Server sering disebut virtualization technology dimana suatu server fisik dirubah menjadi non fisik atau mesin virtual yang bisa menjalankan suatu sistem operasi berbeda. Para pengguna tidak perlu khawatir terkait pembagian sumber daya dan biaya server apabila menggunakan virtual server ini.


  • Server Platform

Server Platform adalah suatu sistem yang bekerja sebagai mesin penggerak server.


  • Chat Server

Chat Server adalah aplikasi yang menangani chatting dimana client dengan user, dimana tidak hanya dua user saja namun beberapa user lebih dari dua bisa dilakukan. Mereka melakukan permintaan untuk terkoneksi dan memanfaatkan fasilitas – fasilitas yang ada.


  • List Server

List Server sebagai diskusi terbuka untuk orang orang yang akan memberikan pengumuman, buletin ataupun iklan. List server juga bisa melalui email, dimana pengirim dapat mengirim satu email dan akan mencapai beberapa orang.


  • Home Server

Home server adalah server yang digunakan oleh pengguna rumah yang membutuhkan layanan seperti home entertainment. Layanan servis yang didapatkan seperti web servis, printing servis ataupun file servis, sehingga komputer ini memiliki berbagai fungsi

2. NIC ( Network Interface Card )


- Pengertian NIC ( Network Interface Card )

NIC (Network Interface Card) adalah kartu jaringan yang merupakan sebuah perangkat keras yang dapat menghubungkan komputer ke jaringan internet dengan media kabel. NIC ini juga dikenal dengan berbagai istilah dalam dunia komputer seperti Network card, LAN card, dan juga ethernet card.

- Fungsi NIC ( Network Interface Card )

Fungsi dari Network Interface Card yang paling utama adalah sebagai converter atau pengubah aliran data yang tadinya berbentuk paralel menjadi aliran data berbentuk serial, NIC ini juga memiliki beberapa fungsi lainnya. Berikut adalah fungsi dari Network Interface Card secara teroritis:

1. Sebagai media pengirim data dari perangkat satu ke perangkat lainnya

Network Interface Card memiliki fungsi lain yakni mengirimkan data dari perangkat satu ke perangkat lainnya. Fungsi pengiriman data ini biasanya merupakan tugas dari fungsi sebauh komputer server, yang mana komputer server memiliki tugas untuk menyediakan data bagi komputer yang meminta akan transmisi data yang direquest oleh klien atau pengguna. 

Dengan adanya Network Interface Card maka server akan mengelola dan menyediakan data yang diminta oleh klien atau pengguna sekaligus mengirimkannya kembali ke pengguna dari Network Interface Card pada server melalui kabel jaringan yang kemudian akan di terima oleh NIC pengguna.

2. Mengontrol lalu lintas data antar komputer melalui kabel jaringan

Fungsi lain dari Network Interface Card adalah pengontrol data flow atau lalu lintas data dari sebuah jaringan terutama jaringan yang menggunkan sistem kabel. Hal ini tentu sangatlah penting bagi komputer yang mana NIC dapat menjaga agar data yang dikeluarkan dan diterima tidak berlebihan.

Dan juga dapat membantu mencegah terjadinya kepadatan lalu lintas data yang mengalir pada jaringan komputer terutama yang menggunakan jaringan kabel.

3. Menerima data dari komputer lain

Jika fungsi barusan mengacu kepada fungsi yang dimiliki oleh sebuah server pada jaringan komputer, maka fungsi NIC ada pada komputer klien atau user. 

Ketika bertindak dan bekerja pada komputer merupakan komputer server, maka NIC berfungsi untuk menerima data dan informasi yang sudah ditransmisikan oleh server pada jaringan. Dengan begitu setiap data yang mengalir diterima oleh komputer user atau klien. 

4. Menterjemahkan data menjadi bentuk bit, sehingga dapat dimengerti oleh komputer penerima

Konversi adalah fungsi lain dari NIC secara teoritis. Konversi ini merupakan sebuah proses perubahan yang dilakukan oleh NIC untuk mengubah arus data pada jaringan dalam bentuk bit. Bit ini adalah bentuk atau format yang dapat dibaca oleh komputer, sehingga data yang ditransmisikan menjadi berguna dan akan diolah oleh komputer penerima ataupun komputer pengirim. 

Secara teoritis, Network interface card dapat memiliki banyak fungsi praktis. Fungsi praktis adalah fungfsi dari NIC yang mengarah ke penggunaan jaringan sehari-hari.

- Manfaat NIC ( Network Interface Card )

Perangkat keras NIC terdapat juga di dalam komputer dan perangkat elektroniok sehari-hari yang berdampak sangat besar terhadap kehidupan modern seperti saat ini. Tak hanya berfungsi sebagaimana mestinya, NIC juga dapat mempermudah pekerjaan dan dapat membuat proses pembagian informasi dan data menjadi lebih cepat dan praktis, penggunaan NIC sebagai jaringan dapat membawa dampak positif pada berbagai bidang yang ada. Berikut ini adalah beberapa manfaat NIC di berbagai bidang:

1. Bisnis dan perkantoran
Dalam bidang bisnis dan perkantoran, NIC ini memiliki banyak manfaat salah satunya adalah untuka membantu supaya setiap komputer yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau perkantoran dapat saling terhubung satu sama lain dengan server utama dari kantor tersebut.

2. Bidang ekonomi
 Di bidang ekonomi NIC ini dapat membantu mempercepat arus informasi mengenai perkembangan ekonomi, dan dapat membantu mempermudah transaksi secara digital dengan memanfaatkan komputer. 

3. Bidang pendidikan
Pendidikan adalah bidang yang juga memanfaatkan NIC, salah satu manfaat utama di bidang pendidikan adalah pembuatan jaringan lokal dalam membentuk katalog perpustakaan. Dalam perpustakaan, pengguna tidak perlu repot berkeliling untuk mencari nomor panggil buku.

Dengan memanfaatkan jaringan komputer, maka dapat dengan mudah dapat mencari nomor panggil dari buku yang ingin dicari.

4. Bidang teknologi informasi
Teknologi informasi, adanya Network Interface Card dapat membantu percepatan perkembangan teknologi informasi lainnya, sehingga dapat menciptakan teknologi yang lebih canggih serta lebih bermanfaat bagi semua manusia.

5. Bidang sosial dan kemasyarakatan
Pada bidang sosial, NIC pada komputer dapat membantu terhubung ke dalam jaringan-jaringan internet yang mana dapat bersosialisasi dengan teman pada dunia maya. 

- Cara Kerja NIC ( Network Interface Card ) 

  1. Pertama NIC akan memecah data menjadi bit.
  2. NIC akan mengirimkan data yang dipecah dalam bentuk bit melalui jaringan komputer kemudian akan dirangkai kembali menjadi data yang utuh.
  3. Setiap NIC dapat memiliki suatu kode unik tersendiri yang terdiri dari 12 digit kode yang disebut dengan sebutan MAC address. Kode ini digunakan untuk menghindari tabrakan arus data pada jaringan tertentu.
  4. Node akan mengirimkan paket data maka sebelumnya akan melihat apakah jaringan sedang mentransmisikan data atau tidak. Jika tidak maka node ini akan melakukan pengiriman paket data.
  5. Apabila paket data yang dipancarkan pada saat node ini sedang mengirimkan paket data, sehingga terjadi sebuah collision atau tabrakan.
  6. Node dan jaringan akan berhenti secara bersamaan dan berhenti mengirimkan data. 
  7. Pada saat berhenti, node dan juga jaringan ini lalu akan menunggu waktu secara acak untuuk dapat mengirimkan paket. 
  8. Paket data yang mengalami tabrakan data akan dikirim kembali jika ada kesempatan. Cara kerja ini dinamakan dengan metode CSMA/CD (Carrier Sence Multiple Access atau Collison Detection), yang mana pengurusan bagi pengiriman data oleh komputer secara serentak.

- Jenis-Jenis NIC ( Network Interface Card ) 

NIC ini pada dasarnya terbagi menjadi dua jenis, berikut penjelasan kedua jenis NIC tersebut:
  • Network Interface Fisik / Physical
Network Inteface card fisik ini merupakan sebuah Network interface yang memiliki bentuk fisik, bentuk kartu serta ditancapkan kepada slot didalam motherboard. NIC fisik biasanya digunakan setiap komputer menghubungkan ke dalam jaringan dengan menggunakan kabel pada port RJ-45.
  • Network Interface Logis / Logical
NIC logis ini lawan dari Network interface fisik yang mana merupakan sebuah perangkat lunak atau program yang dibuat untuk dapat mendefinisikan dirinya seolah-olah sebagai Network Interface Card.

3. Kabel Jaringan



- Pengertian Kabel Jaringan

Kabel jaringan merupakan salah satu komponen penting dalam infrastruktur telekomunikasi modern. Kabel ini berfungsi untuk menghubungkan berbagai perangkat elektronik, seperti komputer, printer, dan router, dalam suatu jaringan lokal. Dalam era digital yang semakin berkembang pesat ini, penggunaan kabel jaringan menjadi semakin penting dalam mendukung konektivitas dan akses internet yang cepat dan stabil. Artikel ini akan membahas pengertian kabel jaringan, jenis-jenis kabel jaringan yang umum digunakan, serta manfaat dan keuntungan penggunaannya.

Kabel jaringan adalah sejenis kabel yang digunakan untuk menghubungkan perangkat-perangkat dalam suatu jaringan lokal. Kabel ini berfungsi sebagai media penghantar sinyal dan data antar perangkat dalam jaringan. Dengan menggunakan kabel jaringan, perangkat-perangkat tersebut dapat saling berkomunikasi dan bertukar informasi dengan cepat dan efisien.

Kabel jaringan adalah media penghubung yang digunakan untuk mengirimkan data, suara, dan video melalui jaringan komputer. Kabel ini berfungsi sebagai jalur penghubung antara perangkat komunikasi, seperti komputer, server, router, dan switch. Kabel jaringan juga dikenal dengan sebutan kabel LAN (Local Area Network) karena umumnya digunakan dalam jaringan lokal di suatu gedung atau area terbatas.

- Fungsi Kabel Jaringan

Kabel jaringan memiliki beberapa fungsi penting dalam jaringan komputer, antara lain:

a. Menghubungkan Perangkat
Kabel jaringan digunakan untuk menghubungkan perangkat-perangkat dalam jaringan komputer, seperti komputer, server, router, dan switch. Kabel ini memungkinkan perangkat-perangkat tersebut saling berkomunikasi dan berbagi data.

b. Mengirimkan Data
Kabel jaringan berperan sebagai media penghubung untuk mengirimkan data antar perangkat. Data dapat berupa file, email, pesan, atau informasi lainnya. Kabel ini memastikan data dapat dikirim dengan cepat dan akurat.

c. Membentuk Jaringan
Kabel jaringan merupakan komponen penting dalam pembentukan jaringan komputer. Kabel ini menghubungkan semua perangkat dalam jaringan sehingga membentuk satu sistem yang terintegrasi.

d. Menyediakan Akses Internet
Kabel jaringan juga berperan dalam menyediakan akses internet. Kabel ini menghubungkan perangkat komputer dengan modem atau router yang terhubung ke penyedia layanan internet. Dengan kabel jaringan yang baik, koneksi internet dapat berjalan dengan lancar dan stabil.

- Manfaat Kabel Jaringan

Penggunaan kabel jaringan memiliki beberapa manfaat dan keuntungan, di antaranya:

1. Kecepatan dan Stabilitas: Kabel jaringan mampu menyediakan kecepatan transfer data yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi nirkabel. Selain itu, penggunaan kabel jaringan juga memberikan stabilitas yang lebih baik, karena tidak terpengaruh oleh gangguan sinyal atau interferensi elektromagnetik.

2. Keamanan: Kabel jaringan memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi nirkabel. Karena kabel jaringan menggunakan media fisik untuk menghubungkan perangkat, risiko peretasan atau penyusupan data dapat diminimalisir.

3. Skalabilitas: Kabel jaringan memungkinkan penggunaan jaringan dengan skala yang lebih besar dan lebih terstruktur. Dengan menggunakan kabel jaringan, pengguna dapat mengatur dan mengontrol aliran data dengan lebih efisien, serta memperluas jaringan dengan mudah sesuai dengan kebutuhan.

4. Biaya yang Lebih Efisien: Meskipun biaya awal pemasangan kabel jaringan mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi nirkabel, namun dalam jangka panjang, penggunaan kabel jaringan dapat lebih efisien dan hemat biaya. Kabel jaringan memiliki umur pakai yang lebih lama dan membutuhkan perawatan yang minimal, sehingga dapat mengurangi biaya perawatan dan penggantian
 perangkat.

- Cara Membuat Kabel Jaringan

– Ambil kabel UTP sesuai dengan panjang yang kamu butuhkan dan sesuaikan dengan posisi peralatanmu.
– Gunakan gunting yang tajam untuk memotong ujung kabel secara mendatar dan pastikan penghantar dalam kabel tidak terganggu.
– Setelah kabel dipotong, uraikan penghantar kabel sesuai dengan standar T-568B. Pastikan setiap penghantar mempunyai panjang yang sama.
– Susun penghantar sesuai dengan urutan Birkhoff di dalam RJ-45 connector: putih jingga, oren, putih hijau, biru, putih biru, hijau, putih cokelat, cokelat.
– Gunakan krimper untuk mengunci dan memadatkan RJ-45 connector pada kabel. Perhatikan baik-baik agar penghantar tidak terjepit.
– Ulangi langkah-langkah di atas untuk ujung penghantar yang lain.
– Terakhir, gunakan tester kabel jaringan untuk memastikan bahwa kabel yang kamu buat berfungsi dengan baik. Tester ini akan membantu kamu mengidentifikasi ada tidaknya kesalahan sambungan.

- Jenis-Jenis Kabel Jaringan

  • Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)

Kabel UTP adalah kabel jaringan yang tidak memiliki lapisan penutup tambahan (unshielded) yang terdiri dari sepasang kawan tembaga yang dipilin (twisted pair)

Kabel ini banyak digunakan untuk menghubungkan perangkat-perangkat dalam jaringan lokal (LAN) seperti komputer, printer, switch, dan router.

1. Keunggulan Kabel UTP

- Biaya Terjangkau : Relatif murah dibandingkan dengan jenis kabel jaringan lainnya, membuatnya menjadi pilihan yang ekonomis.

- Mudah Pemasangannya : Mudah untuk dipasang dan di-terminate, tidak memerlukan peralatan khusus.

- Fleksibilitas : Memiliki fleksibilitas yang baik, memungkinkan penggunaan dalam berbagai situasi instalasi.

- Cocok untuk Jarak Pendek hingga Menengah : dapat digunakan dalam jaringan dengan jarak pendek hingga menengah, seperti jaringan lokal di kantor atau rumah.

2.    Penggunaan Kabel UTP 

Kabel UTP sering digunakan untuk menghubungkan perangkat-perangkat dalam jaringan lokal, seperti komputer kantor, printer, dan perangkat jaringan lainnya. Beberapa penggunaan umum kabel UTP dalam jaringan komputer meliputi:

- Sebagai penghubung komputer ke switch atau router.

- Dapat menghubungkan perangkat jaringan, seperti access point atau IP camera, ke switch atau router.

- Penyambung komputer ke panel patch atau wall jack di dinding.

3.    Kategori Kabel UTP

Kabel UTP tersedia dalam beberapa kategori, yang ditentukan oleh standar yang berbeda. Setiap kategori memiliki kecepatan dan performa yang berbeda. Berikut adalah beberapa kategori kabel UTP yang umum digunakan:

- Cat 5e: Memiliki Kecepatan hingga 1 Gbps dan cocok untuk kebutuhan jaringan gigabit.

- Cat 6: Mendukung kecepatan hingga 10 Gbps pada jarak pendek dan cocok untuk kebutuhan jaringan yang lebih cepat.

-  Cat 6a: Kecepatan hingga 10 Gbps pada jarak yang lebih jauh dibandingkan Cat 6.

- Cat 7: Mempunyai kecepatan hingga 10 Gbps dan memiliki lapisan perlindungan tambahan untuk mengurangi interferensi.
  • Kabel STP (Shielded Twisted Pair)

Kabel STP adalah jenis kabel jaringan yang dilengkapi dengan lapisan penutup tambahan (shielding) untuk melindungi kabel dari gangguan elektromagnetik eksternal.

Lapisan penutup ini terbuat dari foil atau kawat tembaga yang mengelilingi kawat tembaga yang terpilin di dalamnya. Kabel STP dirancang untuk mengurangi gangguan elektromagnetik yang dapat mempengaruhi kinerja jaringan.

1.    Keunggulan Kabel STP

- Dilengkapi dengan lapisan pelindung untuk mengurangi interferensi elektromagnetik.

- Cocok untuk lingkungan dengan potensi interferensi elektromagnetik yang tinggi.

- Memiliki kecepatan yang lebih tinggi dan jarak yang lebih jauh dibandingkan kabel UTP.

2. Penggunaan Kabel STP

Kabel STP sering digunakan dalam lingkungan yang memiliki interferensi elektromagnetik tinggi dan peralatan listrik yang kuat, seperti area industri seperti pabrik dan jaringan komputer di kantor. Beberapa penggunaan kabel STP dalam jaringan komputer meliputi:

- Untuk menghubungkan perangkat jaringan yang rentan terhadap interferensi elektromagnetik, seperti server atau perangkat yang mengirimkan sinyal sensitif.

- Dapat Menghubungkan perangkat dalam jaringan yang berada di dekat peralatan listrik yang kuat.

3. Jenis Kabel STP

Ada beberapa jenis kabel STP yang umum digunakan, tergantung pada kebutuhan transfer data dan lingkungan penggunaannya. Berikut adalah beberapa jenis kabel STP yang populer:

- STP Kategori 5e: dirancang untuk mendukung kecepatan transfer data hingga 1 Gbps dengan jarak hingga 100 meter. Kabel ini sering digunakan dalam jaringan komputer dan telekomunikasi.

- STP Kategori 6: mampu mendukung kecepatan transfer data hingga 10 Gbps dengan jarak hingga 55 meter. Kabel ini cocok untuk aplikasi jaringan yang membutuhkan kinerja tinggi, seperti jaringan lokal (LAN) dan keperluan industri.

- STP Kategori 6A: versi yang lebih baru dari Kategori 6 dan mampu mendukung kecepatan transfer data hingga 10 Gbps dengan jarak hingga 100 meter. Kabel ini lebih cocok untuk lingkungan yang rentan terhadap gangguan elektromagnetik.
  • Kabel Coaxial

Kabel coaxial adalah jenis kabel yang dilengkap dengan lapisan penutup yang terbuat dari bahan pelindung dan terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan oleh lapisan isolasi dan mempunyai karakteristik yang dapat mentransimisikan sinyal listrik dengan frekuensi tinggi 

1. Keunggulan Kabel Coaxial

- Tahan terhadap interferensi elektromagnetik.

- Cocok untuk jarak jangkauan yang lebih jauh.

- Mendukung kecepatan yang tinggi.

2. Penggunaan Kabel Coaxial

Kabel coaxial sering digunakan untuk menghubungkan perangkat-perangkat dalam jaringan yang membutuhkan koneksi dengan jarak yang lebih jauh dan kecepatan yang tinggi. Beberapa penggunaan kabel coaxial dalam jaringan komputer meliputi:

- Penghubung perangkat-perangkat dalam jaringan kabel TV atau jaringan kabel internet.

- Menghubungkan perangkat-perangkat dalam jaringan CCTV untuk pemantauan video.

- Menghubungkan perangkat-perangkat dalam jaringan komunikasi data yang membutuhkan kecepatan dan keandalan tinggi.

3. Jenis Kabel Coaxial

- RG-6: Digunakan untuk jaringan kabel TV dan jaringan kabel internet dengan kecepatan tinggi.

- RG-59: Digunakan untuk jaringan kabel TV dan jaringan kabel internet dengan kecepatan standar.
  • Kabel Fiber Optik

Kabel fiber optik adalah media transmisi yang menggunakan serat kaca yang sangat tipis untuk mentransmisikan data melalui sinyal cahaya.

Fiber optik ini memiliki inti yang sangat kecil dan dilapisi oleh lapisan pelindung yang disebut mantel. Dalam kabel fiber optik, data diubah menjadi pulsa cahaya yang ditransmisikan melalui serat kaca.

1. Keunggulan Kabel Fiber Optik

- Kecepatan sangat tinggi.

- Tahan terhadap interferensi elektromagnetik.

- Mendukung jarak jauh yang lebih panjang.

2. Penggunaan Kabel Fiber Optik

Kabel serat optik sering digunakan dalam jaringan yang membutuhkan kecepatan dan kapasitas tinggi, serta keamanan yang lebih baik. Beberapa penggunaan kabel serat optik dalam jaringan komputer meliputi:

- Menghubungkan gedung-gedung dalam jaringan area luas (WAN).

- Menghubungkan pusat data (data center) untuk kecepatan transfer data yang tinggi.

- Menghubungkan jaringan komputer yang membutuhkan keamanan tinggi, seperti jaringan perbankan atau pemerintahan.

3. Jenis Kabel Fiber Optik

Ada dua jenis utama kabel fiber optik yang umum digunakan:

- Kabel fiber Optik Multimode: Kabel fiber optik multimode memiliki inti yang lebih besar dan memungkinkan banyak jalur cahaya berjalan secara bersamaan. Kabel ini cocok untuk jarak pendek hingga menengah dan sering digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) di gedung perkantoran, kampus, atau pusat perbelanjaan.

- Kabel fiber Optik Singlemode: Kabel fiber optik singlemode memiliki inti yang sangat kecil, sehingga hanya memungkinkan satu jalur cahaya berjalan. Kabel ini lebih cocok untuk jarak yang lebih jauh dan digunakan dalam aplikasi jaringan yang membutuhkan kecepatan dan keandalan tinggi, seperti infrastruktur telekomunikasi dan pusat data.

4. Hub dan Switch



- Pengertian Hub dan Switch

Hub dan Switch memang sering diintegrasikan ke dalam suatu perangkat jaringan secara bersamaan. Oleh karena itu, mengetahui perbedaannya memang sedikit sulit. Pada dasarnya, hub & switch memang memiliki fungsi utama yang hampir sama: untuk meneruskan lalu lintas jaringan data melalui koneksi port konektor. Namun, meski begitu, fungsi dan kegunaan kedua perangkat ini sebenarnya sangat berbeda satu sama lain.

Di bawah ini memberikan panduan sederhana tentang perbedaan antara hub dan switch, untuk membantu lebih memahami perbedaannya.
  • Pengertian Hub
Secara singkat, Hub adalah jenis perangkat jaringan yang biasa digunakan sebagai titik koneksi berbagai perangkat dalam Jaringan Area Lokal (LAN). Hub akan menerima paket yang tiba di salah satu koneksi port, menyalin paket, dan mengirimkannya ke port lain sehingga semua segmen LAN dapat melihat dan mengakses data.

Selain itu, Hub tidak memiliki kemampuan untuk membedakan port. Oleh karena itu, ketika satu port di hub merespons, semua port lain di dalam jaringan juga akan menerima respons tersebut. Dengan demikian, semua perangkat yang terhubung pada hub harus menentukan apakah mereka harus menerima respons yang diterima atau tidak.

Jika dibandingkan dengan router dan switch, hub ini adalah perangkat yang paling murah dan mudah dipahami atau digunakan. Meskipun sering digunakan sebagai cara cepat untuk menghubungkan jaringan kecil, dewasa ini penggunaan hub semakin sering tergantikan oleh Switch.
  • Pengertian Switch
Pada dasarnya, switch adalah versi hub yang lebih efisien dan lebih cerdas. Perangkat keras ini menggunakan packet switching untuk menerima dan meneruskan data ke tujuan.

Perbedaan terbesar antara hub dan switch terletak pada cara mengirimkan paket data. Pasalnya, Switch tidak meneruskan data ke semua perangkat dalam jaringan. Switch mempelajari dan mencatat semua koneksi perangkat dan port yang ada di dalam jaringan dan memastikan bahwa semua mempunyai alamat yang jelas.

Saat sebuah port menerima paket data, Switch kemudian akan membaca alamat tujuan yang tertera dan mengirimkannya ke perangkat yang dituju dalam jaringan. Ini yang membuat proses pengiriman data dan lalu lintas melalui Switch jauh lebih efisien dan cepat dibandingkan dengan hub maupun router.

- Fungsi Hub dan Switch

Setelah mengetahui pengertian antara hub dan switch, berikut ini adalah beberapa fungsi berbeda dari kedua perangkat tersebut :
  • Fungsi Hub
Berikut adalah beberapa fungsi dari hub, yaitu :

1. Menambahkan atau mengurangi workstation.
2. Menjadi repeater yang bisa menambah jarak network.
3. Melakukan proses transfer paket data dari server ke komputer client.
4. Memperbaiki jaringan dengan fitur fault to tolerance dan isolasi kerusakan.
5. Memiliki pengelolaan tersentralisasi untuk mengumpulkan informasi dan diagnostik.
6. Membantu memecah jaringan dari satu server ke beberapa komputer yang ada terkoneksi di dalam jaringan.
  • Fungsi Switch
Berikut adalah beberapa fungsi dari Switch, yaitu :

1. Menjadi penguat sinyal atau repeater di dalam jaringan.
2. Menerima informasi dari sumber yang terhubung dengan switch.
3. Mengirimkan informasi dan data yang diterima ke tujuan yang sesuai.
4. Menghubungkan satu sampai beberapa perangkat komputer dalam local area network.
5. Mendukung fitur looping avoidance yang berfungsi untuk mencegah data terjebak dalam putaran jaringan port dan tidak sampai ke tujuan.

- Manfaat Hub dan Switch

  • Kelebihan dan Kekurangan Hub
Kelebihan hub adalah harganya yang jauh lebih murah dibanding switch. Jadi, buat kamu yang baru mau membangun jaringan dan masih pake skala kecil, hub bisa jadi pilihan tepat. Selain itu, penggunaannya juga cukup mudah dan praktis.

Tapi, di sisi lain, hub punya beberapa kelemahan. Pertama, karena hub nggak bisa selektif dalam memilih ke mana data harus dikirim, jadi ada risiko data malah jatuh ke tangan yang salah. Kedua, performanya cenderung lebih rendah dibanding switch. Jadi, kalau jaringannya tambah banyak perangkatnya, hub bisa jadi lemot.
  • Kelebihan dan Kekurangan Switch
Kalau switch, kelebihannya tentu saja dari segi efisiensi dan keamanan. Karena switch lebih selektif dalam menyebarkan data, ini membantu mengurangi lalu lintas jaringan dan membuat performa jaringan jadi lebih baik. Selain itu, dengan pemilihan tujuan pengiriman data yang lebih spesifik, keamanan data juga lebih terjaga.

Tapi, sayangnya, semua kelebihan ini ada harganya. Yap, switch biasanya dijual dengan harga yang lebih tinggi daripada hub.

- Perbedaan Hub dan Switch

Berikut ini adalah penjelasan singkat dari perbedaan penting antara Hub dan Switch berdasarkan beberapa indikator :

1. Bekerja di OSI Layer Berbeda
Meski sekilas bentuk dan fungsinya terlihat sama, namun perbedaan Hub dan Switch yang menonjol ada pada OSI Layer. OSI sendiri adalah singkatan dari Open System Interconnection di mana ini adalah sebuah model referensi dengan bentuk kerangka konseptual yang bisa menjadi patokan untuk standar koneksi sebuah komputer, dan OSI Layer punya 7 tingkatan berbeda.

Untuk Hub sendiri bekerja pada OSI Layer pertama, sebuah Layer fisik yang hanya bisa mengirimkan data melalui transmisi alias hanya mampu untuk mengirim data saja. Sedangkan untuk Switch menggunakan OSI Layer 2 di mana bisa menambahkan MAC Address pada paket berupa Data Link.

2. Cara Kerja yang Berbeda
Dari OSI Layer pun sudah berbeda, otomatis Switch dan Hub pun memiliki cara kerja yang berbeda pula. Untuk Hub sendiri hanya bisa menerima dan mengirimkan sinyal-sinyal listrik dari kabel yang sudah disambung.

Nah, kalau Switch ini punya cara kerja yang lebih kompleks di mana tidak hanya bisa mengirim atau menerima sinyal saja, Switch mampu untuk melakukan proses informasi yang ada di Layer Data Link. Untuk informasinya sendiri berupa MAC Address dari setiap komputer atau perangkat yang disambungkan.

3. Tingkat Kehandalan
Jika bertanya, mana yang lebih handal antara Hub dan Switch, maka jawabannya adalah Switch. Pasalnya, Switch ini menggunakan sistem seleksi untuk semua perangkat, termasuk komputer, yang terhubung dengan Switch. Jadi, Switch ini bisa memilih perangkat mana yang bisa terhubung dengan Switch melalui MAC Address.

Sayangnya, untuk Hub tidak bisa melakukan hal ini. Maka dari itulah, Switch dikatakan lebih handal ketimbang Hub. Jika menggunakan Hub, maka Hub hanya menerima sinyal dari setiap port dan langsung dikirimkan ke semua port yang ada di Hub. Jadi intinya, Hub tidak memiliki kemampuan untuk menyeleksi port yang bisa menerima sinyal.

Ingat juga, bahwa Hub ini hanya sebatas mengirim dan menerima sinyal. Kalau Switch bisa menyeleksi atau diatur untuk penerima dan pengirim sinyalnya.

4. Kecepatan Transfer Data
Sudah dikatakan pada paragraf sebelumnya bahwa Switch bisa menyeleksi perangkat yang akan mengirim atau menerima sinyal. Dengan kelebihan ini, tentu saja Switch memiliki transfer data yang lebih cepat karena Switch akan langsung mengirimnya sesuai dengan tujuan.

Berbeda dengan Hub, karena Hub akan mengirim atau menerima sinyal dari semua port, maka kecepatan transfer data pun dibagi-bagi sesuai dengan port yang ada. Hal inilah yang menyebabkan Hub memiliki transfer data yang lebih lamban ketimbang Switch.

5. Sistem Pengaturan
Jika ingin pengaturan yang simpel, maka pilihlah Hub. Tapi sebenarnya, Hub ini tidak bisa diatur sama sekali. Jadi, sekalinya menggunakan Hub, maka  bisa langsung menikmati fungsi Hub secara langsung tanpa harus ribet mengaturnya.

Namun, untuk yang ingin menggunakan Switch, maka harus mengatur setting terlebih dahulu, ini berlaku untuk Switch tipe manage dan smart manage saja. Bisa mengatur, seperti memblokir dan mengizinkan perangkat mana yang boleh tersambung dengan Switch.

Bisa mengatur untuk pembagian segment di jaringan LAN, baik menjadi dua jaringan atau lebih, hal inilah yang disebut dengan istilah Virtual LAN / VLAN.

6. Sistem Keamanan
Perbedaan lainnya antara Hub dan Switch adalah pada sistem keamanannya. Untuk Hub sendiri tidak ada yang namanya pemeriksaan data yang dikirim. Jadi, baik sang pengirim atau penerima akan mendapatkan data yang utuh.

Lain halnya dengan Switch belum tentu akan mendapatkan data yang utuh saat menerima data melalui Switch. Bukan karena Switch tidak bisa menerima atau mengirim data secara utuh, hal ini disebabkan Switch akan selalu memeriksa setiap data yang dikirim untuk memastikan setiap data yang dikirim aman.

Jadi, bisa dibilang bahwa untuk sistem keamanan data, maka Switch lebih unggul karena penerima tidak akan mendapatkan data-data yang dianggap merugikan atau mencurigakan.

7. Perbedaan Harga
Perbedaan harga Hub dan Switch. Sudah diketahui bahwa Switch memang memiliki fitur yang lebih mumpuni dibandingkan dengan Hub. Bisa ditarik kesimpulan dengan dilihat dari segala kelengkapan fiturnya, memang Switch ini lebih mahal dibandingkan dengan Hub.

Jika Hub masih bisa menemukan harga di bawah 100 ribuan, meski memang ada yang lebih dari 300 ribuan. Nah, untuk Switch harus merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, untuk Switch dijual dengan kisaran harga ratusan ribu rupiah bahkan jutaan, tergantung merk dan tipenya.

- Cara Kerja Hub dan Switch

  • Cara kerja jaringan pada Hub
Konsep jaringan pada Hub adalah bekerja dengan cara menerima data dari beberapa perangkat yang telah terhubung pada bagian port Hub. Setelah itu di dalam Hub data akan dikirimkan berdasarkan perangkat yang telah terhubung. Pada dasarnya, hub tidak dapat mendeteksi tujuan pengiriman sebuah data. Maka dari iru, apabila ada sebuah data yang dikirimkan pada Hub, maka data tersebut akan tersebar ke perangkat manapun yang terhubung pada hub tersebut.

Oleh sebab itu, pengiriman data menggunakan hub sebenarnya tidaklah efektif karena pengiriman data terjadi pada semua port secara bersamaan. Akibatnya, bandwith jaringan mengalami kenaikan. Hal tersebut membuat jaringan komputer yang menggunakan hub menjadi sangat lambat.

Jika kita menghubungkan dua buah komputer saja, makan kita hanya perlu hubungkan dengan memakai kabel jenis UTP saja. Namun, jika kita berbicara menghubungkan komputer dalam jumlah yang banyak seperti 10 buah, maka kita menggunakan hub untuk dapat meneruskan data ke sembilan komputer sekaligus.

Dengan kata lain, saat hub mengirimkan data ke semua perangkat yang terhubung, jaringan bandwidth bisa mengalami kelebihan beban atau istilahnya adalah overload. Dengan kapasitas bandwith yang mengalami overload, maka kecepatan untuk mengakses data akan semakin lambat. Hal tersebut bisa dirasakan ketika kita melakukan browsing atau melakukan akses ke komputer lainnya. untuk itu, Hub dapat bekerja maksimal ketika perangkat yang tergubung hanya dua perangkat saja.
  • Cara kerja jaringan Switch
Sekarang kita akan melihat bagaimana kerja jaringan Switch pada jaringan komputer. Sebelum masuk ke bagian cara kerja, ada baiknya kita ketahui dulu apa itu Switch. Switch sendiri merupakan salah satu perangkat keras jaringan komputer yang memiliki fungsi untuk dapat menghubungkan perangkat komputer pada bagian layer sebuah protokol jaringan.

Switch sendiri bisa kita artikan sebagai alat penguat sinyal di dalam jaringan komputer. Dengan begitu, setiap perangkat komputer yang menggunakan switch dapat saling menghubungkan antar komputer meskipun memiliki jarak yang cukup jauh.

Fungsi Switch pada komputer adalah sebagai penyaring atau filter pada jaringan LAN. Maka dari itu, sistem kerja Switch dibagi menjadi dua macam. Pertama adalah Switch yang bekerja pada layer data link (layer 2) serta Switch yang bekerja pada later network (layer 3) berdasarkan OSI model. Dengan begitu, jaringan Switch dapat berjalan pada paket protokol manapun.

Cara kerja Switch adalah menerima serta menganalisis bagian paket data yang berasal dari alamat pengirim yang nantinya akan diteruskan pada tujuan, yakni perangkat komputer. Sistem kerja switch akan menganalisis bagian-bagian paket data yang akan dikirim apakah ada kerusakan data atau tidak. Dengan begitu, data yang akan dikirim dapat dicegah sebelum akhirnya dikirimkan pada perangkat komputer lainnya.

Sistem Switch pun akan menerima data dari satu port atau perangkat lalu dilihat tujuan pengiriman data tersebut akan ke arah mana. Dengan begitu, data yang akan dikirimkan melalui switch hanya fokus pada satu perangkat saja. Sistem pengiriman data seperti ini dapat mengurangi adanya tabrakan data atau biasa kita sebut dengan collision.

Perangkat yang terhubung pada Switch, dapat menerima dan mengirimkan data ke port yang dituju. Dengan begitu, pengiriman data hanya dapat dilakukan pada satu jenis perangkat saja dan tidak akan dikirimkan pada perangkat lainnya. Sistem semacam itu tidak akan mengganggu arus data perangkat lainnya sehingga proses pengiriman dan penerimaan data bisa lebih lancar.

- Jenis-Jenis Hub dan Switch

- Hub memiliki beberapa jenis yang umum digunakan dalam jaringan komputer. Apa saja jenis-jenis Hub? berikut ini pembahasannya.
  • Passive Hub
 Passive hub adalah jenis hub yang hanya berfungsi sebagai perangkat penghubung fisik tanpa memiliki kemampuan untuk menguatkan sinyal. Ketika data diterima oleh passive hub, data tersebut akan dikirimkan ke semua perangkat yang terhubung padanya.

Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kolisi data jika dua atau lebih perangkat mengirim data secara bersamaan.
  • Active Hub
 Active hub, juga dikenal sebagai powered hub, adalah jenis hub yang memiliki kemampuan untuk memperkuat sinyal. Active hub bekerja dengan menggunakan power supply eksternal untuk menguatkan sinyal data sebelum mengirimkannya ke perangkat yang terhubung.

Keuntungan menggunakan active hub adalah dapat mengatasi masalah redaman sinyal dan jarak terbatas pada kabel.
  • Intelligent Hub
Intelligent hub adalah jenis hub yang lebih canggih dan pintar dibandingkan dengan passive dan active hub. Intelligent hub mampu mengenali alamat atau identitas setiap perangkat yang terhubung padanya. Hal ini memungkinkan pengiriman data yang lebih efisien dan dapat menghindari kolisi data.

Intelligent hub juga dilengkapi dengan fitur manajemen jaringan yang lebih lengkap, seperti pemantauan kinerja jaringan dan kemampuan pengaturan prioritas penggunaan bandwidth.

- Switch bisa dibagi menjadi beberapa jenis yang dilihat dari berbagai aspek, dari mulai kemampuannya untuk dikonfigurasi atau tidak, fungsinya dan lain sebagainya. Di sini kami akan menjelaskan delapan jenis switch, yaitu Unmanaged Switch, Managed Switch, Smart Switch, Enterprise-Managed Swicth, KVM Switch, PoE Switch, Switch Layer 2 dan Switch Layer 3. Silakan berikut penjelasannya:
  • Unmanaged Switch
Sejauh ini, unmanaged switch adalah jenis switch yang paling murah diantara jenis lainnya yang ada di pasaran. Penggunaan jenis ini biasanya untuk kebutuhan jaringan skala kecil, baik itu untuk aplikasi di kantor atau di rumah. Unmanaged switch biasanya berperan sebagai pengelola aliran data antara printer dan beberapa komputer serta antar perangkat lain.

Ciri utama dari jenis switch satu ini adalah karakteristiknya yang dapat dipakai secara langsung tanpa memerlukan konfigurasi yang rumit. Jadi jika disimpulkan, jenis ini memiliki dua poin keunggulan, yaitu instalasinya yang mudah dan harganya relatif lebih murah.
  • Managed Switch
Managed switch merupakan kebalikan dari unmanaged switch karena jenis ini memungkinkan pengguna untuk melakukan konfigurasi sesuai kebutuhan. Jenis ini dibekali user interface yang memudahkan pengguna untuk melakukan konfigurasi.

Namun tak hanya lewat interface, metode untuk konfigurasi juga bisa dilakukan dengan menggunakan console dan yang paling canggih melalui internet. Switch ini juga memungkinkanmu untuk melakukan pengecekan transfer data melalui IP Address atau via protocol SNMP dan program monitoring lainnya.
  • Smart Switch
Smart Switch adalah jenis yang sudah dimodifikasi karakteristiknya, sehingga bisa dibilang jenis ini ada ditengah-tengah antara antara jenis unmanaged switch dan managed switch. Instalasi pertama dari jenis ini mudah layaknya unmanaged switch namun tetap memungkinkan untuk dikonfigurasi.

Berbeda dengan managed switch, konfigurasi untuk smart switch berbasis web sehingga bisa dilakukan di mana pun melalui web. Kelebihan jenis switch ini adalah kemampuan pengaturan otomatisnya dan juga bisa diubah sesuai kebutuhan jaringan komputer.
  • Enterprise-Managed Switch
Enterprise-managed switch merupakan jenis switch yang peruntukannya sebagai perangkat untuk perusahaan besar. Jenis ini dapat menjalankan fungsi pemonitor sekaligus pengkonfigurasi. Hal ini memungkinkan karena konsep topologi jaringannya yang lebih kompleks dibandingkan dengan topologi jenis lain. Selain itu, jumlah pengelola dan kemampuan pendukung perangkat juga jadi pembeda antara jenis switch ini dengan jenis switch lainnya.
  • KVM Switch  
KVM adalah singkatan dari keyboard, video dan mouse merupakan jenis switch yang menghubungkan perangkat keyboard, mouse atau monitor ke beberapa komputer. Penggunaan jenis ini biasanya untuk mengontrol sekelompok server, sehingga ruang desktop menjadi lebih luas karena penggunaan kabel jadi lebih minim.

KVM akan membuat seorang teknisi bisa mengontrol fungsi dari beberapa komputer hanya melalui satu konsol. Alat satu ini biasanya dapat diprogram menggunakan hotkeys keyboard yang membuat pengguna bisa berpindah dari satu PC ke PC lain.  Sehingga penggunaannya memudahkanmu untuk memusatkan perawatan dan manajemen server.
  • PoE Switch/Injector   
PoE adalah singkatan dari Power over Ethernet. PoE Switch bisa mendistribusikan daya listrik melalui jaringan ke perangkat-perangkat yang terhubung jaringan. Artinya berbagai perangkat yang terhubung ke jaringan, dari mulai PC, IP kamera dan smart lighting systems bisa berfungsi tanpa perlu adanya sumber tegangan AC.

Saat membangun jaringan PoE yang mendukung baik Ethernet dan perangkat PoE-enabled, maka dibutuhkan PoE injector. Injektor mengambil perangkat dengan switch PoE dan non-PoE lalu menggunakannya untuk membuat access point yang diperlukan untuk perangkat di jaringan yang menggunakan kabel Cat 5 atau lebih baik untuk mengirimkan listrik yang diperlukan melalui kabel sinyal.

Dengan memanfaatkan daya dari injektor PoE, membuat jaringan kantor atau rumah yang berjalan efisien tanpa diperlukan untuk memasang catu daya tambahan untuk berbagai perangkat. Namun, tidak semua perangkat kompatibel dengan switch atau injektor PoE. Jika berniat menggunakan switch jenis ini, maka pastikan dulu apakah sakelar PoE sesuai dengan standar 802.3 af/at dan apakah perangkat yang ingin disambungkan dapat mendukungnya.
  • Switch Layer 2
Switch layer 2 adalah perangkat switching yang beroperasi pada data link layer yang ada pada lapisan model OSI. Switch ini akan meneruskan paket dengan mengacu pada MAC address dari perangkat yang dituju. Selain itu, jenis ini dapat melakukan fungsi bridge antara segmen-segmen LAN (Local Area Network), paket-paket data akan dikirimkan dengan cara melihat alamat MAC tujuan tanpa mempermasalahkan protokol jaringan yang dipakai.
  • Switch Layer 3
Switching layer 3 merupakan switch di network layer yang berada pada lapisan model OSI. Berbeda dengan layer 2, jika layer 2 tadi menggunakan MAC Address, switching layar 3 ini meneruskan paket data ke tujuan dengan mengacu pada IP address. Nama lain dari Switching layer 3 adalah switching routing atau switching multilayer.

5. Router



- Pengertian Router

Router adalah perangkat jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa jaringan komputer agar dapat berkomunikasi dan menerima data internet dari ISP, untuk kemudian didistribusikan ke masing-masing host yang terhubung ke router.  Singkatnya, router adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk mengirimkan data paket antara dua atau lebih jaringan komputer yang berbeda. Router biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal (LAN) ke internet atau jaringan publik lainnya. Dalam jaringan komputer, setiap perangkat yang terhubung ke jaringan memerlukan alamat unik yang disebut alamat IP. Router memiliki kemampuan untuk membaca alamat IP dari setiap perangkat yang terhubung ke jaringan dan mengirimkan paket data ke tujuan yang tepat.

Pada dasarnya, router mengambil paket data dari satu jaringan dan mengirimkannya ke jaringan lainnya melalui jalur yang paling efisien. Router juga dapat memilih jalur tercepat dan teraman untuk mengirimkan paket data, sehingga dapat mengoptimalkan kinerja jaringan. Router dapat digunakan dalam jaringan kecil, seperti jaringan rumah, atau dalam jaringan besar, seperti jaringan perusahaan atau provider internet. Selain itu, Router juga dapat dilengkapi dengan berbagai fitur seperti firewall, manajemen bandwidth, dan koneksi VPN untuk meningkatkan keamanan dan kinerja jaringan. Fungsi utama router adalah untuk mengarahkan lalu lintas data antar jaringan atau subnet, sehingga memungkinkan beberapa komputer dalam jaringan untuk saling berkomunikasi dan berbagi sumber daya, seperti printer, file server, dan internet. Selain itu, router juga dapat mengatur lalu lintas jaringan dengan memeriksa alamat tujuan dan sumber pada setiap paket data yang melewatinya.

- Fungsi Router

Setelah Anda mengetahui apa itu router, maka secara garis besar Anda juga sudah mengetahui fungsinya. Pada bagian ini kami akan menjelaskan beberapa fitur yang termasuk fungsi dari router itu sendiri. 
- Routing 
Fungsi paling utama dari router adalah untuk mengarahkan lalu lintas data antar jaringan dan mengetahui alamat jaringan, termasuk mengirimkan paket data ke tujuan yang tepat. 
- Firewall 
Router juga dapat difungsikan sebagai firewall untuk melindungi jaringan dari serangan yang tidak diinginkan. Firewall dapat menolak atau memblokir lalu lintas data yang mencurigakan atau berbahaya. - Sharing Internet 
Fungsi selanjutnya dari router adalah sebagai gateway untuk menghubungkan beberapa perangkat ke internet, termasuk menerima koneksi internet dari ISP dan membagikannya ke perangkat lain.
- Pengaturan Bandwidth 
Router dapat digunakan untuk mengatur bandwidth jaringan, sehingga penggunaan bandwidth dapat lebih teratur dan diperlakukan secara adil. 
- VLAN 
Router dapat memisahkan jaringan menjadi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN) yang memungkinkan beberapa kelompok perangkat untuk berkomunikasi satu sama lain, tetapi terisolasi dari jaringan lain. 
- Monitoring 
Fungsi lain dari Router adalah monitoring. Router dapat memberikan informasi penting tentang lalu lintas jaringan, seperti penggunaan bandwidth, jumlah paket yang dikirim dan diterima, dan sumber lalu lintas yang paling banyak digunakan. 
- VPN 
Router dapat digunakan untuk membuat Virtual Private Network (VPN), yang berguna bagi perusahaan yang ingin menghubungkan beberapa lokasi, atau bagi individu yang ingin mengakses internet dengan aman dari jaringan publik.

- Manfaat Router

1. Menghubungkan Perangkat ke Internet
Manfaat Router paling utama adalah untuk menghubungkan perangkat ke jaringan internet. Khusus untuk router WiFi, router ini bisa mengirimkan paket data atau internet dari modem ke perangkat melalui IP Adress. Dengan begitu, perangkat yang terhubung bisa mengakses internet.

Router bisa mendistribusikan data internet ke masing-masing perangkat atau gadget. Saat ini ada banyak jenis perangkat yang bisa Anda hubungkan ke router, misalnya: laptop, PC, smartphone, tablet, hingga smart tv.

2. Menyebarkan Sinyal WiFi
Router bertugas untuk mengubah sinyal dari modem menjadi sinyal radio WiFi. Inilah fungsi dari router, yaitu untuk menyalurkan akses internet ke seluruh area ruangan. Dengan begitu, setiap perangkat yang membutuhkan WiFi bisa mengakses internet melalui sinyal nirkabel WiFi.

Untuk bangunan yang luas atau memiliki dua lantai, biasanya ada dua router yang dipasang. Tujuannya agar penyebaran sinyal WiFi lebih merata. Jika tidak begitu, akan banyak ditemukan sudut-sudut ruangan yang tidak terjangkau sinyal WiFi (Blank Spot).

3. Menghubungkan Beberapa Perangkat
Router dapat mentransmisikan data dari satu jaringan ke jaringan lain. Cara kerjanya seperti bridge sehingga setiap perangkat yang terhubung bisa saling berkomunikasi. Router dapat menghubungkan perangkat dengan dua jaringan yang berbeda.

Contohnya, router wireless bisa mengkoneksikan laptop dengan sinyal radio atau kabel UTP (Unshielded Twisted Pair). Dengan begini, Anda bisa hubungkan router ke banyak jenis perangkat.

4. Menghubungkan Jaringan ke DSL
Manfaat Router yang terakhir adalah sebagai penghubung antara jaringan dengan DSL (Digital Subscriber Line) atau DSL Router. DSL Router berfungsi sebagai firewall untuk melindungi data dan mencegah ancaman siber yang ditimbulkan dari jaringan internet.

Manfaat ini membuat router bisa memblokir lalu lintas data yang mencurigakan. Intinya, Anda bisa memblock IP Address dengan router. Selain itu, DSL juga bisa mencegah broad cast storm yang menyebabkan kinerja jaringan melambat.

- Cara Kerja Router

Router bekerja dengan mengirimkan paket data dari satu jaringan ke jaringan lain melalui jalur yang paling efisien. Proses kerja router terdiri atas beberapa langkah, diantaranya: 
1. Menerima Data Paket 
Router menerima data paket dari perangkat yang terhubung ke jaringan. Setiap paket data memiliki alamat tujuan dan asal, yang dikenal sebagai alamat IP. 
2. Menganalisis Alamat Tujuan 
Router menganalisis alamat tujuan paket data untuk menentukan jaringan tujuan. Router memeriksa tabel routingnya untuk menentukan jalur terbaik untuk mengirimkan paket ke tujuan. 
3. Mengirim Paket Data 
Setelah menentukan jalur tercepat, router akan mengirimkan paket data melalui jalur tersebut menuju jaringan tujuan. 
4. Menerima Konfirmasi 
Setelah paket data dikirimkan, router akan menerima konfirmasi bahwa paket data telah diterima oleh jaringan tujuan. Jika tidak ada konfirmasi, router akan mencoba mengirimkan kembali paket data tersebut. 
Proses ini berulang terus menerus setiap kali ada paket data yang dikirimkan melalui jaringan yang terhubung dengan router. Dengan cara ini, router dapat mengirimkan data dengan cepat dan efisien antar jaringan komputer yang berbeda.

- Jenis-Jenis Router

Ada beberapa jenis router dengan fungsi yang beragam, antara lain: 
  • Router Kabel (Wired Router) 
Router kabel dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan melalui kabel ethernet. 
  • Router Nirkabel (Wireless Router) 
Router nirkabel digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan secara nirkabel melalui teknologi Wi-Fi sehingga lebih fleksibel untuk perangkat modem yang ingin dihubungkan ke router nirkabel sebagai AP. 
  • Router Core 
Jenis selanjutnya dari router adalah router core, yang dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan besar dan kompleks di dalam suatu organisasi. 
  • Router Distribusi 
Router distribusi adalah router yang digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan di dalam suatu area geografis yang luas. 
  • Router Edge 
Router ini dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan yang lebih besar, seperti internet. 
  •  Router Virtual (Virtual Router) 
Virtual router adalah router yang berjalan pada sistem operasi tertentu, seperti router yang berjalan pada server virtual. 
  •  Router Modular 
Jenis terakhir dari router adalah router modular, yang terdiri atas modul-modul yang dapat ditukar untuk meningkatkan kinerja atau fitur-fitur router.

6. Bridge


- Pengertian Bridge

Bridge atau network bridge adalah sebuah alat yang digunakan untuk membuat segmen dan memperluas suatu jaringan. Penggunaan bridge memungkinkan beberapa jaringan terpisah dapat dihubungkan secara aman, termasuk jaringan LAN. Selain itu, bridge juga mampu menghubungkan jaringan dengan tipe yang sama maupun berbeda, misalnya ethernet dan fast ethernet.

Bridge pada umumnya menggunakan topologi tree dimana hanya terdapat satu rute untuk berbagai tujuan transmisi. Alat ini bekerja di dalam model link layer OSI atau Open System Interconnection. Oleh karena itu, komputer dengan jaringan transmission mode maupun medium access control yang berbeda tetap bisa dihubungkan.

Bukan itu saja, bridge mampu mempelajari setiap alamat link yang dimiliki oleh perangkat komputer yang terhubung dengannya. Hal ini membuat bridge dapat mengatur alur frame berdasarkan alamat link. Dengan kata lain, trafik data pada sebuah jaringan bisa diatur tanpa perlu melakukan broadcast ulang.

- Fungsi Bridge

Pada dasarnya bridge digunakan sebagai alat untuk menggabungkan dua jaringan yang berbeda. Contohnya yaitu penggabungan antara kabel serat optik dengan unshielded twisted pair (UTP), atau ethernet dengan token ring. Agar lebih paham, berikut ini beberapa fungsi bridge:

1. Penghubung Dua Jaringan Terpisah
Bridge memungkinkan dua buah jaringan yang terpisah jarak bisa dihubungkan sehingga memiliki kapasitas yang lebih besar. Misalnya dua  gedung perusahaan yang dibangun secara terpisah dan jaraknya cukup jauh. Masing-masing gedung tentu memiliki jaringan LAN yang terpisah. Nah, penggunaan bridge berfungsi sebagai penghubung antara kedua jaringan LAN tersebut.

2. Mengurangi Beban Jaringan
Fungsi bridge selanjutnya yaitu untuk mengurangi beban jaringan sekaligus mengakomodasinya dengan lebih baik. Fungsi ini sangat berguna terutama ketika jaringan diakses oleh banyak pengguna secara bersamaan. Kinerja dan performa jaringan jelas akan terhambat jika menggunakan satu LAN tunggal saja. Solusi terbaiknya yakni menggunakan banyak LAN yang saling terhubung ke server via bridge. Akses data berukuran besar dapat diproses dengan lancar disertai kapasitas pengguna lebih tinggi. Artinya, beban jaringan dapat dikurangi sekaligus mendongkrak performa dan kinerja jaringan.

3. Otonomi Masing-masing Jaringan
Fungsi bridge lainnya yaitu otonomi pada masing-masing jaringan. Fungsi ini bisa dirasakan pada jaringan perusahaan yang memiliki sejumlah department dengan kepentingan dan tujuan berbeda. Sebut saja seperti komputer pribadi, server, workstation, dan sebagainya. Semua kepentingan dan tujuan tersebut bisa dihubungkan dengan memanfaatkan bridge.

- Manfaat Bridge

Berikut ini adalah manfaat bridge pada sebuah jaringan komputer:

1. Memecah Jaringan LAN
Seperti sudah disebutkan sebelumnya fungsi bridge yang paling penting adalah untuk membantu memcah jaringan LAN yang besar ke dalam jaringan LAN yang lebih kecil, namun tetap terkoneksi satu sama lain. Bridge bertugas memecah jaringan untuk gedung dan ruangan tertetu, hal ini sangat penting bagi suatu perusahaan atau instansi besar yang memiliki banyak instansi dan juga memiliki jaringan yang sangat besar, agar bisa digunakan oleh departemen yang membawahinya.

2. Menghemat Biaya Operasional
Daripada harus membangun server baru untuk kantor yang berada di luar kota ataupun luar pulau, maka gunakan saja bridge. Bridge dapat membantu mengkoneksikan jaringan utama ke berbabagai lokasi. Hal ini tentu saja sangat mengurangi biaya operasional karena hanya membutuhkan satu server saja untuk banyak gedung, sehingga tidak perlu membangun server baru hanya untuk kepentingan satu kantor tertentu saja.

3. Digunakan untuk Memecah Jaringan LAN
Seperti sudah disinggung sebelumnya, bahkan kantor ataupun cabang yang berada di luar pulau pun bisa terkoneksi dengan jaringan utama yang besar hanya dengan menggunakan perangkat keras bridge. Jadi semua bagian dari sebuah kantor atau institusi akan menerima jaringan yang sama, sehingga informasi dari suatu intansi dapat diterima dengan cepat secara real time. Dari semua jenis-jenis jaringan komputer yang ada jaringan WAN akan lebih efektif di pecah dengan bridge.

4. Menjaga Keamanan Data dari Suatu Organisasi
Dengan menggunakan bridge, maka informasi dan juga kemaanan data dari suatu instansi akan terjaga. Hal in idisebabkan karena seluruh bagian dari intansi akan menggunakan jaringan yang bersifat lokal, sehingga tidak dapat ditembus oleh orang lain yang berasal dari luar jaringan tersebut. Bayangkan apabila suatu instansi menggunakan jaringan WAN seperti internet, maka hampir pasti data penting perusahaan atau instansi dapat dibobol dengan mudah.

5. Mempermudah Proses Monitoring
Proses monitoring pun menjadi lebih mudah. Operator hanya perlu melihat server, lalu kemudian mengecek dan memonitor bagian bagian tertentu. Misalnya, apabila ingin mengecek apakah bagian departemen HRD sudah menerima data karyawan, maka operator hanya perlu mengecek via komputer. Sangat praktis dan juga efeisen dalam hal monitoring.

- Cara Kerja Bridge



Bridge adalah alat yang sekilas hampir mirip dengan repeater, tetapi lebih cerdas. Semua sinyal yang diterima akan dipelajari oleh bridge dan secara otomatis menemukan alamat komputer tujuan di dua jaringan yang terhubung dengannya. Bridge memetakan alamat ethernet dan hanya mengijinkan trafik data yang dibutuhkan saja.

Pada prosesnya, bridge akan mencatat sumber sekaligus menentukan segmen tujuan saat menerima sebuah paket data. Jika segmennya berbeda maka bridge akan meneruskan paket data ke alamat atau segmen tujuan. Namun jika segmen tersebut sama maka paket data otomatis ditolak. Dengan demikian, error atau pesan rusak dapat dicegah agar tidak menyebar dari satu segmen.

- Jenis-Jenis Bridge

Bridge sendiri memiliki beragam jenis, tergantung dari kebutuhan dari pengguna jaringan komputer. Berikut ini adalah beberapa jenis dari bridge:
  • Bridge Lokal
Merupakan jenis bridge yang paling sederhana. Bridge lokal digunakan untuk melakukan pemecahan jaringan pada lokasi yang berdekatan, dan biasanya bisa dilakukan dengan menggunakan koneksi kabel biasa.
  • Bridge Remote
Merupakan jenis bridge yang digunakan untuk membuat suatu bentuk WAN yang basicnya adalah LAN. Jadi suatu jaringan LAN bisa dibuat menjadi jaringan yang lebih luas dengan menggunakan bridge remote. Dengan begitu, komuunikasi antar instansi yang memilki lokasi cukup jauh bisa tetap terjalin dengan menggunakan koneksi jaringan LAN
  • Bridge Wireless
Bridge wireless seringkali diimplementasikan pada penggunaan hotspot. Bridge wirelless menggabungkan koneksi kabel dengan koneksi tanpa kabel. Untuk menerima sinyal data, menggunakan kabel, sedangkan untuk meneruskan dan juga mentransmisikan data, digunakan koneksi wirelees atau nirkabel.

7. Modem


- Pengertian Modem

Modulator demodulator atau disingkat modem adalah perangkat elektronik yang digunakan untuk menghubungkan komputer, laptop, handphone maupun perangkat lainnya ke internet.

Jika dijabarkan, modulator adalah sebuah alat yang memiliki fungsi melakukan proses modulasi atau memancarkan beberapa data pada gelombang atau frekuensi sinyal yang nantinya bisa dikirim ke penerima. Sementara demodulator adalah proses mendapatkan kembali beberapa data dari sinyal yang sudah diterima oleh pengirim.

Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa pengertian modem adalah sebuah perangkat keras (hardware) yang menggabungkan fungsi modulator dan demodulator sehingga perangkat elektronik bisa tersambung ke internet.

- Fungsi Modem

Berikut ini beberapa fungsi modem yang penting untuk diketahui, di antaranya:

1. Mengubah sinyal digital ke sinyal analog (modulasi)
Fungsi modem yang pertama ini memang sudah diketahui semua orang, yaitu sebagai pengubah sinyal digital menjadi analog atau dinamakan modulasi. Fungsi yang satu ini memiliki peran yang sangat penting dalam menyambungkan perangkat ke internet.

2. Mengubah sinyal analog ke sinyal digital (demodulasi)
Selain mengubah sinyal digital ke analog, fungsi modem juga mengembalikan sinyal analog tadi menjadi sinyal digital atau dinamakan demodulasi. Fungsi modem yang satu ini dijalankan oleh modem penerima dan dikembalikan ke modem awal.

3. Menghubungkan perangkat dengan jaringan
Fungsi modem yang selanjutnya tentu saja sebagai penghubung antara perangkat komputer dengan jaringan. Namun seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa sebelum bisa terkoneksi dengan jaringan, modem akan melakukan komunikasi dua arah terlebih dulu berupa proses modulasi dan demodulasi.

4. Memeriksa paket data dan komunikasi
Modem juga memiliki fungsi sebagai pemeriksa paket data dan komunikasi. Setelah menjalankan beberapa fungsi sebelumnya, modem akan melakukan pemeriksaan paket data dan komunikasi agar pengguna bisa mengakses internet dengan baik.

5. Kompresi data
Setelah melakukan pemeriksaan paket data dan komunikasi, selanjutnya modem akan melakukan proses pengompresan data yang tadi dikirim melalui sinyal. Kompresi data bertujuan untuk mengurangi jumlah waktu yang diperlukan dalam mengirim data serta mengurangi jumlah kesalahan dalam sinyal.

6. Pengoreksi data
Ketika informasi ditransmisi antar modem, terkadang dapat terjadi kerusakan seperti data yang berubah atau hilang. Untuk mengatasinya, modem menggunakan pengoreksi data, di mana data dikelompokkan ke dalam batch yang disebut frame. Kemudian, setiap frame ditandai dengan checksum, yaitu potongan kecil data yang berasal dari informasi di dalam frame.

Checksum dapat diibaratkan sebagai sidik jari unik untuk data yang ada dalam frame tertentu. Modem yang menerima informasi akan memperoleh checksum-nya sendiri dari frame yang telah dikirim. Lalu, data checksum tersebut dibandingkan dengan checksum yang dikirim oleh modem pengirim.

Jika checksum tersebut cocok, maka informasinya tidak rusak. Namun jika checksum tidak cocok, itu artinya data telah rusak dalam proses transmisi. Jika tidak cocok, modem penerima akan mengirimkannya kembali dan menunggu modem pengirim untuk mengirim ulang frame tersebut.

- Manfaat Modem

1. Menghubungkan Perangkat dengan Internet
Fungsi modem yang paling utama adalah menghubungkan perangkat dengan jaringan internet. Modem menjembatani perangkat seperti komputer maupun HP dengan penyedia layanan internet.

2. Menerima dan Mengirim Sinyal Internet
Modem dapat menerima sinyal internet melalui saluran komunikasi berupa kabel coaxial, DSL, atau serat optik.

Modem mengubah sinyal tersebut ke bentuk yang dapat dipahami oleh perangkat. Data dari perangkat kemudian dikirimkan kembali melalui modem ini.

3. Membagi Koneksi Internet
Beberapa modem juga memiliki fungsi router yang memungkinkan kamu membagi jaringan internet ke sejumlah perangkat di jaringan lokal, seperti komputer, laptop, atau smartphone.

4. Menyediakan Wi-Fi
Saat ini sudah banyak produk modem yang dilengkapi fitur WiFi sehingga modem tak perlu dicolokkan ke komputer atau laptop.

5. Mengamankan Koneksi
Modem juga biasanya dilengkapi fitur keamanan yang berperan mengamankan koneksi internet dari peretasan, virus, atau malware.

- Cara Kerja Modem

Modem bekerja dengan cara mengubah data digital yang ada di perangkat komputer menjadi sinyal analog (modulasi). Kemudian sinyal analog ini akan dikirimkan melalui jaringan telekomunikasi.

Ketika sinyal analog tadi sudah sampai ke komputer tujuan, maka modem yang ada di perangkat tujuan akan mengubah sinyal tersebut menjadi sinyal digital kembali (demodulasi). Proses demodulasi ini berfungsi agar perangkat komputer dapat membacanya sinyalnya. Dengan begitu, perangkatmu dapat terhubung ke internet yang tersedia.

Prinsip dari cara kerja modem ini adalah komunikasi dua arah dalam mengubah sinyal digital ke analog lalu dikirimkan ke perangkat penerima. Setelah sampai di penerima, maka modem penerima akan mengubah sinyal tersebut kembali ke digital.

- Jenis-Jenis Modem

Ada beberapa jenis modem dilihat dari bentuk dan cara kerjanya. Di bawah ini penjelasan beberapa jenis modem yang ada:
  • Modem Kabel

Modem kabel adalah jenis modem yang memerlukan perantara kabel agar perangkatmu dapat terhubung ke internet. Kebanyakan modem kabel disambungkan dengan TV kabel, sehingga penyedia fasilitas modem kabel biasanya sudah dilengkapi dengan layanan TV kabel.
  • Modem Dial-up

Dial-up modem disebut juga sebagai modem analog. Jenis modem ini bekerja dengan mengubah data digital menjadi sinyal analog dan mentransmisi sinyal tersebut hingga kembali ke perangkat komputer. Sehingga, perangkatmu dapat terhubung ke internet.
  • Modem DSL
Jenis modem lainnya yaitu modem DSL (Digital Subscribe Line). Modem ini memungkinkan kamu untuk tetap dapat menggunakan telepon. Berbeda dengan modem analog yang tidak dapat memberikan sinyal internet ketika digunakan untuk melakukan panggilan telepon.

Modem DSL terbagi ke dalam dua jenis, yaitu yaitu modem Symmetrical DSL (SDSL) dan Asymmetrical DSL (ASDL). Keduanya dibedakan berdasarkan ukuran bandwidth-nya. Modem SDSL memiliki kecepatan mengunduh dan mengunggah yang sama. Sedangkan modem ADSL memiliki kecepatan mengunduh yang lebih besar ketimbang mengunggah file.
  • Modem GSM dan CDMA

GSM dan CDMA modem adalah jenis modem yang memanfaatkan jaringan seluler dengan menggunakan simcard GSM maupun CDMA dari suatu provider. Modem jenis ini biasanya berukuran kecil dan mudah dibawa kemana-mana.

8. Repeater



- Pengertian Repeater

Repeater adalah sebuah alat atau perangkat khusus yang berfungsi untuk menerima dan memperluas jangkauan sinyal WiFi. Agar dapat menggunakan alat ini setidaknya kamu harus berada di area jangkauan WiFi utama terlebih dahulu. Kemudian barulah sinyal bisa diperkuat dengan bantuan repeater. Menariknya, penggunaan repeater sama sekali tidak mempengaruhi kualitas pengiriman data antar node.

Selain WiFi, repeater jenis lain juga sering digunakan untuk kabel. Repeater kabel berfungsi untuk memperkuat  sinyal yang ditransmisikan via kabel jaringan. Biasanya, dalam rentang jarak tertentu kamu perlu memasang alat ini guna menjaga kekuatan sinyal data. Penggunaan repeater kabel memungkinkan dua lokasi yang sedikit jauh dapat dihubungkan secara efektif.

Terlepas dari itu repeater memiliki beberapa sebutan lain berdasarkan fungsi dan kegunaannya. Sebagai penguat sinyal, kebanyakan orang menyebut repeater dengan nama WiFi booster. Adapun sebagian orang menyebut repeater dengan sebutan WiFi extender karena fungsinya sebagai alat memperluas jangkauan sinyal WiFi.

- Fungsi Repeater

Repeater memiliki berbagai macam fungsi, diantaranya sebagai berikut:

1. Memperluas jangkauan
Seperti yang telah Dewaweb singgung sebelumnya bahwa fungsi utama repeater adalah untuk memperluas jangkauan sinyal WiFi. Alat ini mampu meningkatkan dan memperluas daya transfer data jaringan sekaligus menghasilkan koneksi yang maksimal. Tanpa repeater, sebuah jaringan WiFi hanya dapat diakses di area tertentu saja dan tidak dapat disebarkan secara menyeluruh.

2. Mempercepat penerimaan dan pengiriman data
Fungsi repeater selanjutnya yaitu untuk mempercepat penerimaan dan pengiriman data. Fungsi ini dapat dirasakan secara langsung oleh pengguna ketika berselancar internet. Berbagai aktivitas browsing dapat dilakukan dengan kecepatan lancar sesuai bandwidth, termasuk saat proses download maupun upload.

3. Memperkuat sinyal WiFi
Metode pengulangan transfer data pada repeater berfungsi untuk memperkuat dan mengoptimalkan sinyal WiFi. Alat ini mampu menangkap serta menambahkan sinyal ke akses jaringan internet. Dengan begitu, pengguna tetap dapat mengakses jaringan WiFi secara optimal meski berada sedikit jauh dari pemancar.

4. Mengurangi penggunaan kabel
Penggunaan kabel jaringan umumnya memakan biaya cukup mahal. Keberadaan repeater bisa menggantikan peran kabel jaringan sebagai penghubung jaringan di suatu daerah. Selain lebih praktis, penggunaan repeater juga relatif lebih murah dibandingkan penggunaan kabel jaringan.

- Manfaat Repeater

1. Koneksi tidak akan terputus-putus, kecuali dalam keadaan jaringan operator sedang bermasalah.
2. Sinyal yang diterima menjadi stabil dan tidak naik-turun, sehingga akan membuat koneksi internet lancar.
3. Membuat modem tidak cepat panas, karena biasanya modem cepat panas disebabkan oleh penerimaan sinyal yang tidak stabil.
4. Membuat baterai menjadi awet, karena jika sinyal kurang baik maka telepon selular akan lebih banyak menguras baterai.
5. Kegiatan komunikasi seperti SMS-an, menelpon, Video Call akan semakin lancar meskipun posisi kalian sedang ada di daerah terpencil dan sangat jauh dari pemukiman kota.

- Cara Kerja Repeater


Pada dasarnya repeater digunakan untuk menyebarluaskan jaringan WiFi secara menyeluruh. Hal tersebut dilakukan dengan cara menangkap sinyal WiFi dan dipancarkan kembali. Nah, sebelum dipancarkan ulang, repeater akan memperkuat sinyal yang masuk terlebih dahulu agar jaringan dapat dijangkau secara lebih luas.

Secara garis besar repeater memiliki dua jenis komponen dengan peran atau fungsi berbeda. Komponen pertama berperan sebagai penerima sinyal data dari transmitter. Sedangkan komponen kedua berperan sebagai pemancar ulang sinyal data. Sebelum dipancarkan, sinyal yang diterima receiver repeater akan mengalami perubahan frekuensi sehingga menghasilkan sinyal yang lebih kuat.

Terdapat dua sistem yang digunakan repeater untuk memproses sinyal data, yakni sistem analog dan digital. Sesuai namanya, sistem analog repeater mengirimkan sinyal berupa data analog dimana besarnya sesuai dengan konsumsi daya listrik. Sedangkan sistem digital repeater mengirimkan sinyal dalam bentuk data digital, yaitu berupa angka biner.

- Jenis-Jenis Repeater

Repeater memiliki beberapa jenis dengan fungsi spesifik dan kelebihannya masing-masing. Berikut ini adalah jenis-jenis repeater:
  • Radio repeater
Sesuai namanya, radio repeater merupakan perangkat yang berfungsi untuk memperkuat sinyal radio. Repeater jenis ini umumnya memiliki beberapa antena yang berperan sebagai receiver dan transmitter. Radio repeater mampu memancarkan ulang sinyal secara lebih kuat, bahkan menembus berbagai objek penghalang.
  • Telephone repeater
Telephone repeater merupakan jenis yang sering digunakan pada saluran telepon. Repeater jenis ini berfungsi untuk memperkuat sinyal telepon yang terdegradasi akibat dari jauhnya jarak tempuh. Keberadaan telephone repeater memungkinkan setiap pengguna selalu menerima sinyal dengan baik.
  • Optical communication repeater
Jenis yang terakhir yaitu optical communication repeater, dimana repeater jenis ini berfungsi untuk memperkuat sinyal dalam kabel serat optik. Fototransistor yang ada di dalam kabel akan mengubah light pulses menjadi sinyal berbentuk elektrik yang kemudian diperkuat dengan bantuan amplifier. Selanjutnya, sinar laser akan mengubah kembali sinyal elektrik tersebut ke dalam bentuk light pulses sehingga menghasilkan sinyal yang kuat dan berkualitas.

9. Wireless Card


- Pengertian Wireless Card

Wireless adalah sebuah perangkat yang hampir pastiada disemua laptop keluaran terbaru. Wireless card akan memudahkan kita untuk melakukan koneksi, karena dengan menggunakan perangkat ini user tidak perlu menggunakan dan membawa kabel kemana-mana untuk sekedar menghubungkan ke sebuah jaringan.

Wireless merupakan peripheral pada komputer yang berfungsi untuk menghubungkan laptop pada jaringan komputer tanpa menggunakan kabel. Wireless pada laptop lebih dikenal dengan nama WIFI atau Wireless Fidelity.

Dengan adanya wireless memungkinkan laptop dapat terhubung ke jaringan tanpa menggunakan kabel, Wireless Card akan menerima sinyal dari perangkat lain seperti Access Point ataupun perangkat wireless lainnya. Dengan adanya Wireless ini dan laptop dalat dengan mudah bisa terhubung ke jaringan maka efisiensi dari penggunaan wireless ini sangat bagus, karena pengguna tidak memerlukan kabel sebagai media transmisi atau media perantara jaringan.

- Fungsi Wireless Card

Fungsi Wireless Card pada laptop yaitu menghubungkan laptop pada jaringan tanpa menggunakan kabel, selain itu wireless juga dapat menerima sinyal dari penrangkat lain agar laptop dapat terhubung ke jaringan komputer atau jaringan internet.

Wireless tidak memerlukan kabel sebagai media perantaranya, akan tetatpi untuk kualitas dari stabilitas data yang masuk lebih bagus jaringan kabel dari pada menggunakan jaringan wireless.

Selain itu Wireless pada laptop biasanya memiliki jangkauan yang terbatas, sehingga jika jarak laptop dengan perangkat lain yang memancarkan sinyal maka laptop tersebut juga tidak bisa terhubung ker jaringan.

- Manfaat Wireless Card

1. Koneksi ke Jaringan Wi-Fi:

Wireless card pada laptop atau perangkat mobile memungkinkan pengguna untuk terhubung ke jaringan Wi-Fi, baik di rumah, di tempat umum, atau di kantor. Pengguna dapat mengakses internet, berbagi data, atau berkomunikasi dengan perangkat lain dalam jangkauan jaringan Wi-Fi.

2. Poin Akses (Access Point):

Wireless card yang terdapat pada router atau perangkat poin akses (access point) memungkinkan perangkat tersebut untuk menyediakan akses nirkabel kepada perangkat lain di sekitarnya. Dengan demikian, perangkat yang memiliki wireless card dapat terhubung ke jaringan nirkabel dan berbagi sumber daya, seperti file, printer, atau koneksi internet.

- Cara Kerja Wireless Card

Cara kerja wireless ini disebabkan karena komputer mempunyaii built transreceiver seperti wakly-talky. Transreceiver yang disebut dengan adapter wireless. Adaptor wireless melakukan sejumlah pekerjaan. Yang pertama, mendeteksi apakah terdapat jaringan wireless disekitar komputer melalui radio dan  juga tuning menghubungkan penerima untuk mendeteksi setiap ada sinyal yang masuk. Setelah ada sinyal terdeteksi, untuk menghubungkannya yaitu melalui sign dan otentikasi pengguna. Apapun data yang dikirimkan dari komputer atau melalui laptop/notebook diubah melalui adaptor wireless, dari bentuk digital (0s & 1s) menjadi sinyal radio (bentuk analog).

Konversi sinyal data digital kebentuk analog disebut dengan “modulasi”. Sinyal data digital ditumpangkan ke gelombang radio analog. Beberapa prinsip kerja wireless yang berbeda untuk melakukan hal ini, sehingga bagian data digital akan lebih banyak dapat dibawa oleh gelombang radio analog. Teknik yang dipakai untuk modulasi menentukan kecepatan dari transfer data jaringan wireless. Lalu sinyal radio yang disalurkan biasanya mempunyai frekuensi lebih dari 2,4 GHz diterima oleh sebuah router wireless ataupun sebuah wireless adapter.

Sebuah router witeless yaitu suatu stasiun penerima dari jaringan wireless. Hal tersebut direkonversi dari sinyal data radio ke dalam bentuk sinyal digital, oleh sinyal “demodulating” dan mengirimkannya melalui koneksi kabel Ethernet ke jalur super informasi yang disebut dengan internet.

Cara kerja dari wireless selanjutnya adalah proses sebaliknya saat menerima informasi pada komputer melalui jaringan wireless. Kali ini router menerima data digtal dari internet dan juga memodulasi kedalam bentuk analog. Lalu kemudian antena adapter wireless menerima sinyal analog dimodulasi dan demodulates kembali kedalam bentuk digital lalu ditransfer kedalam komputer.

Sebuah teknologi yang membuat semua ini terjadi karena adanya jaringan wireless, link yang penting dalam jaringan wireless adalah router dan adapter wireless/Wi-Fi. Pada saat ini, kebanyakan laptop maupun komputer sudah dilengkapi dengan hardware dan juga software wireless/WiFi. Jaringan Hotspot wireless daerah di sekitar router wireless yang mempunyai kekuatan sinyal yang tinggi. Tentu saja cara kerja wireless melakukan transfer data yang lebih cepat di jaringan wireless ini

- Jenis-Jenis Wireless Card

Jenis Wireless Card adalah sebagai berikut:
  • PCI (Peripheral Component)
PCI merupakan perangkat Wireless yang memiliki bentuk kartu PCI yang tertanam di dalam sebuah PC, sehingga tidak memiliki perangkat embedded Wireless pada PC. PCI memiliki jangkauan sinyal yang kecil sehingga pengguna terkadang menggunakan antenna tambahan untuk menangkap sinyal
  • PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association)
PCMCIA adalah perangkat yang biasanya dijumpai pada komputer maupun laptop jaman dulu dimana belum ada perangkat Wireless adapter yang telah terintegrasi seperti komputer ataupun laptop di jaman sekarang. PCMCIA hanya bisa digunakan pada laptop maupun netbook, sementara untuk penggunaan komputer membutuhkan tambahan hardware yang disebut holding
  • Wireless USB
Wireless USB mudah diperoleh di pasaran. Karena Wireless USB memiliki sifat mobile sehingga dapat langsung dipasang pada slot USB, dan tidak perlu lagi membongkar komputer maupun laptop Anda.

Macam-Macam Merk Yang Ada Dipasaran

1. Server
  • Hewlett Packard Enterprise (HPE): HPE merupakan salah satu produsen server terkemuka di dunia. Merek server HPE, seperti seri ProLiant, telah menjadi pilihan yang populer di Indonesia karena reputasi yang kuat dalam hal keandalan, performa, dan keamanan.
  • Dell EMC: Dell EMC adalah salah satu pemain utama dalam pasar server di Indonesia. Merek server Dell PowerEdge mereka memiliki performa yang handal, fleksibilitas konfigurasi, dan dukungan teknis yang baik.

  • Lenovo: Lenovo juga menjadi pemain yang signifikan dalam pasar server di Indonesia. Merek server Lenovo ThinkSystem menawarkan berbagai pilihan server yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, termasuk server tower, rack, dan blade.


  • Supermicro: Supermicro dikenal karena menyediakan server dengan rasio harga-kinerja yang baik. Merek server mereka umumnya digunakan dalam lingkungan bisnis dan industri yang membutuhkan konfigurasi khusus atau kebutuhan komputasi yang tinggi.

  • Cisco: Cisco adalah salah satu penyedia solusi jaringan terkemuka di dunia, tetapi mereka juga memiliki lini produk server yang populer, seperti server blade UCS (Unified Computing System). Server Cisco UCS sering digunakan dalam lingkungan data center dan pusat komputasi skala besar.
2. NIC ( Network Interface Card )
  • TP-link


  • D-link

3. Kabel Jaringan

  • Eyota

Rekomendasi merk LAN terbaik pertama yang bisa kamu coba adalah Eyota. Kabel LAN merk yang satu ini memiliki kecepatan transfer yang lebih kuat dari kebanyakan merk kabel LAN di pasaran. Kecepatannya mulai dari 800 Mbps hingga 1.000 Mbps.

Kabel LAN Eyota merupakan kabel jenis UTP yang cocok untuk indoor dengan kategori CAT6. Kabel yang satu ini cukup panjang yakni 305 meter sehingga cukup menjangkau area yang jauh.

Kabel yang satu ini dibandrol dengan harga mulai 400 ribuan. Harga ini terbilang murah karena kabel LAN Eyota adalah kabel yang telah lulus quality control sehingga menjadi salah satu kabel LAN terbaik di kelasnya.
  • Zimm Link

Rekomendasi kabel LAN terbaik selanjutnya yakni Zimm Link. Kabel yang satu ini memiliki kelebihan karena sudah dilengkapi PoE atau power over ethernet yang mempermudah kami dalam hal pemasangan perangkat di outdoor. Hal ini memungkinkan kamu untuk tak harus menarik kabel power dari catu daya ke perangkat router yang ada di tower.


Kabel yang satu ini termasuk jenis kabel FTP dan termasuk kabel CAT5E. Panjangnya 305 meter sehingga cukup untuk dipasang di luar ruangan jika jaraknya jauh.

Kabel yang satu ini dibandrol dengan harga terjangkau yakni 300 ribuan saja. Untuk kamu yang ingin membeli kabel ini, kamu bisa mencarinya di berbagai marketplace Indonesia atau membelinya secara langsung di toko kelistrikan terdekat.
  • Belden

Dari deretan merek kabel UTP terbaik, Belden adalah jawaranya. Ya, banyak orang yang merekomendasikan Belden jika Anda membutuhkan kabel UTP. Belden pantas masuk dalam rekomendasi sebab secara kualitas.

Kabel UTP asal Amerika Serikat ini merupakan merek ternama dalam komoditas perkabelan terutama untuk networking seperti kabel UTP. Kabel UTP merek Belden memiliki karakteristik dimana kabel memiliki resistensi kurang dari 0.1 ohm per meternya sehingga sinyal yang dihasilkan sangat mumpuni.

4. Hub dan Switch
  • Ugreen 10 in 1 USB C HUB productnation

  • Baseus 5 in 1 USB Type C productnation

  • Edimax

  • Netgear

5. Router
  • Huawei

  • Asus

6. Bridge
  • D-link
7. Modem
  • Telkomsel Orbit 5G
  • Smartfren Super Modem WiFi S1


8. Repeater
  • Pix-Link


  • Wavlink

9. Wireless Card
  • Ubit